Sugeng, Pelaku Mutilasi Pasar Besar Malang Ternyata Punya Kartu Berobat di RSJ Lawang

Sugeng, terduga mutilasi perempuan di Pasar Besar Malang

KOTA MALANG – Ada penemuan baru yang cukup menarik dari sosok Sugeng Santoso, terduga pelaku kasus mutilasi Pasar Besar Malang (PBM). Dari temuan baru itu, Sugeng ternyata memiliki kartu check up rutin di sebuah Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat, yang berada di Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Itu artinya, kabar yang selama ini beredar yang menyebut Sugeng memiliki gangguan kejiwaan benar adanya karena dia adalah pasien di Rumah Sakit Jiwa tersebut. Namun yang tersisa dari penyelidikan polisi saat ini adalah apa saat pelaku melakukan kejahatan tersebut dalam kondisi gila atau tidak.

“Pelaku ini memiliki kartu untuk berobat,” ujar Kapolres Malang, AKBP Asfuri. Kartu check up rutin di RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat diakui Asfuri benar milik Sugeng. Dari hal itu saja, sudah bisa diketahui bahwa sugeng memang memiliki riwayat penyakit kejiwaan seperti yang diinfokan oleh tetangga korban.

“Jika memang terbukti gila maka proses hukum tidak bisa dilakukan, sesuai pasal 44. Namun jika tidak gila, tidak membunuh, tapi memutilasi maka akan dijerat pasal 181,” tandas Asfuri lagi.

Pasal 44 KUHP sendiri menyebutkan seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana jika cacat kejiwaan atau terganggung karena penyakit. Sedangkan pasal 181 KUHP menyebutkan orang yang menghilangkan jenazah untuk menyembunyikan kematian akan dijerat hukuman pidana penjara paling lama 9 bulan penjara.



Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah