Sugeng Akhirnya Ngaku Bunuh Korban Mutilasi Pasar Besar Malang!

KOTA MALANG – Kasus mutilasi Pasar Besar Malang (PBM) kemarin malam (18/5) mengalami pengembangan lagi. Dalam penyelidikan, terduga pelaku, Sugeng (49) memberikan keterangan berbeda lagi terhadap kasus ini. Warga Jodipan, tersebut menyatakan membunuh korban,

Berdasarkan keterangan sumber di Internal Polres Malang Kota, Sugeng mengaku menggorok leher korban. Sebelumnya diketerangan penyidik, Sugeng hanya mengaku memutilasi korban setelah 3 hari ditemukan setelah meninggal dunia mendadak.

“Sugeng sudah mengakui di TKP bahwa dia menggorok leher korban ketika masih hidup,” ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.

Selain itu, temuan penyidik yang memperkuat pengakuan Sugeng sebagai pembunuh adalah ditemukannya bekas semburan darah di baju korban. Semburan darah menujukkan sangat tajamnya alat yang dipakai untuk menghabisi korban. Sumber tersebut meyakini bahwa jantung korban masih berdenyut sebelum atau saat dibunuh.

Sehingga analisis sementara, Sugeng menggorok korbannya bukan menggunkan gunting, namun menggunakan semacam pisau. Potongan pada tubuh korban sendiri diakuinya seperti hasil dari tebasan pisau yang diduga dilakukan sebanyak 2-3 kali.

Lebih lanjut, pengakuan Sugeng ini masih terus diuji apakah benar. Sebab melihat dari darah kematian, kemungkinan mutilasi dilakukan saat korban tewas, bukan setelah 3 hari. “Penyebab kematiannya adalah kehilangan banyak darah. Tapi itu analaisis sementara, masih terus kita kembangkan,” terangnya.

Sementara, Kapolres Malang Kota, masih enggan berkomentar terkait hal tersebut, pihaknya masih terus berusaha mendalami kasus ini. “Penyelidikan masih jalan terus, kita tunggu hasil Labfor dan Otopsi,” tandasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq, Rida Ayu
Foto: Darmono
Penyunting: Fia