Suasana Haru Pemakaman Bocah 8 Tahun yang Tenggelam di Jamban Apung

JawaPos.com – Rajif, 8, yang hilang di Sungai Mentaya, Desa Terantang Hilir, Selasa (12/3) sore lalu, akhirnya berhasil ditemukan, Kamis (14/3) pagi. Bocah itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jenazahnya mengapung di sungai.

“Tidak ada ditemukan luka di tubuh korban. Murni kecelakaan,” kata Kasat Polair Polres Kotim Iptu Jaka Waluya, dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Sabtu (16/3).


Wahab, 31, warga setempat mengatakan, pihak keluarga korban memutuskan segera memakamkan jasad korban. Keluarga sempat menolak saat polisi ingin melakukan visum.

“Dari awal temuan, petugas disaksikan warga setempat bersama-sama melihat seluruh bagian tubuh korban dan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Karena itu, kedua orang tua korban menginginkan agar korban segera dimakamkan,” katanya.

Seperti diberitakan, tingginya ketergantungan warga pinggiran sungai terhadap jamban apung berujung petaka. Rajif hilang ditelan Sungai Mentaya. Bocah SD itu diduga tenggelam saat buang air besar.

Arvia Puspita Sari, 28, ibu korban, mengatakan, dia dan anaknya awalnya bersama-sama pergi ke lanting untuk buang air besar. Sang ibu terlebih dulu masuk jamban. Setelah selesai, giliran anaknya masuk jamban tersebut.

“Saya kemudian meninggalkan anak saya dan menunggunya di rumah. Karena tak kunjung datang, saya bergegas ke TKP. Namun, anak saya sudah hilang,” kata Sari, Rabu (13/3).

Wanita itu hanya mendapati pakaian anaknya. Sari pun berteriak histeris. Dia menangis sehingga warga di sekitar TKP langsung berdatangan. Pencarian pun dilakukan terhadap bocah tersebut.

Editor           : Estu Suryowati

Reporter      : jpg