Struktur Lebih Ramping, Kinerja Makin Cling

Sering tak tampak, asisten sekretariat daerah sebenarnya punya peran penting. Fungsi koordinasi di semua organisasi perangkat daerah (OPD) harus dijalankannya. Upaya menjembatani OPD dengan bupati dan wakil bupati juga diembannya.

Asisten sekretariat daerah (Setda) punya posisi penting dalam struktur birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Tugas utama mereka adalah membantu pimpinan daerah (bupati, wakil bupati, dan sekda) menjalankan fungsi-fungsi kepemerintahan.

Total ada tiga asisten Setda di Pemkab Malang. Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 53 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Irganisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Sekretariat Daerah. Di antaranya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, serta Asisten Administrasi Umum.

”Dulu ada empat asisten dan 14 bagian. Kalau sekarang tinggal tiga asisten yang membawahi 12 bagian,” terang Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Malang Drs Prihadi Waskito MM.

Perampingan itu punya beberapa fungsi. Yang utama, supaya kinerja pemerintah lebih cepat dan efisien.

Selain berkoordinasi dengan bagian-bagian di bawahnya, asisten Setda juga punya tugas menjalankan fungsi koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).

”Karena OPD juga tidak bisa langsung melakukan koordinasi ke pimpinan daerah,” sambung Pri, sapaan akrabnya.

Fungsi-fungsi bagian yang terdapat di dalam asisten Setda juga punya tugas menjalin hubungan dengan pihak di luar Pemkab.

Contohnya, seperti urusan keadministrasian yang bakal langsung ditangani Bagian Tata Usaha (TU) Setda Kabupaten Malang. Ada pula bagian humas dan protokol yang punya tugas menjalin hubungan dengan pihak-pihak di luar pemkab.

”OPD kan tugasnya pelaksana program. Urusan lainnya langsung ditangani oleh bagian-bagian di bawah Setda. Sekarang memang menjadi lebih mudah karena semua satu pintu,” kata Pri.

Untuk menjalankan fungsi pemerintahan, asisten Setda punya akses langsung dengan bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah. ”Istilahnya seperti supporting staff. Tugasnya meringankan beban kerja pimpinan daerah, sehingga hasil (kerja pemerintahan) bisa maksimal,” tambahnya.

Seperti diketahui bersama, seorang pimpinan daerah tentu punya jadwal yang padat. Nah, untuk mengatasi itu, asisten Setda juga punya kewenangan mewakili pimpinan daerah di beberapa acara tertentu. Khususnya yang berlangsung bersamaan. ”Ya, sering kami menjadi perwakilan pimpinan daerah ketika ada undangan,” ujar dia.

Kesempatan mewakili pimpinan terkadang juga datang untuk agenda-agenda rapat. ”Untuk rapat, kami hanya mewakili saja. Hasilnya nanti tetap dilaporkan ke pimpinan. Yang penting, tugasnya bisa terbagi dengan baik dan semua bisa berjalan dengan lancar,” tutupnya. (haf/c1/by)