Street Mojito Kian Banyak Disukai

MALANG KOTA – Selama ini, mojito lebih dikenal sebagai minuman khas yang hanya tersedia di bar atau kafe. Namun, beberapa pedagang kreatif menjadikan jenis minuman ini terasa lebih merakyat dengan harganya yang terjangkau. Tak heran jika banyak warga yang menyerbu minuman ini di tengah cuaca panas.

Salah satu penjual minuman mojito, Erni Septianawati, menyatakan, dia membuat minuman dengan aneka rasa buah ini karena kegemarannya minum di kafe. ”Kalau di kafe dibanderol cukup mahal, sekitar Rp 30.000 per gelas. Kalau kalau campuran alkoholnya bisa naik per gelas Rp 65.000an,” ujarnya.

Usaha yang dirintis sejak 2014 ini dimulai dengan terlebih dahulu melakukan survei kecil-kecilan. ”Saya survei dulu bahannya, seperti sirupnya pakai merek apa saja agar muncul rasa yang bisa mirip dengan mojito itu sendiri,” tambah gadis asli Batu ini.

Dia kemudian mencontohkan cara pembuatannya yang cukup mudah. Dalam satu kantong diberi sekitar dua hingga tiga sendok sirup buah dan kemudian ditambah soda putih atau soda berwarna. Untuk pemanisnya agar mirip mojito, Erni menambahkan serutan es, daun mint, dan seiris jeruk nipis. Dengan delapan rasa pilihan seperti mangga atau markisa dia hanya membanderol minumannya Rp 8.000. Agar praktis, Erni memilih packaging model kantong mirip plastik minuman anak-anak tapi lebih kokoh. Plastik itu dilengkapi zipper agar tidak mudah bocor jika diletakkan di tas.

Berbeda dengan Erni, Ananta Aristia K. mengaku membanderol minumannya sedikit lebih mahal, sekitar Rp 12.000–Rp 15.000. Hal itu karena ia memberi topping pilihan seperti jelly grass dan bubble.

Kan kalo makin variatif menunya, orang biasanya makin tertarik. Jadi, selain ditambahi jeruk nipis dan daun mint, kita tambahin itu,” ujarnya.

Untuk penjualan sendiri, Ananta bahkan melakukan inovasi anyar dengan memasarkan produknya melalui sistem online dengan minimal pembelian 40 porsi dan siap diantarkan atau diambil sendiri.

Pewarta : Sandra Desi
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Sandra Desi