Stok Darah Aman, Trombosit Menipis

MALANG KOTA – Warga Kota Malang yang membutuhkan darah pada bulan Januari ini tak perlu khawatir. Sebab, stok darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Kota Malang cukup aman.

Kepala Seksi Pengelolaan Donor PMI Agus Tri Prasetyo ST menjelaskan, sampai kemarin pagi, jumlah kantong darah untuk golongan AB tersedia 46 kantong. Sedang golongan darah A ada 182 kantong, golongan darah B 539 kantong, sementara golongan darah O sebanyak 766 kantong. Total tersedia 1.533 kantong. ”Jumlah ini akan terus berubah dengan cepat, bisa bertambah karena ada yang donor, bisa berkurang karena ada yang membutuhkan,” terang Agus ditemui di kantornya kemarin.

Menurut Agus, dengan kebutuhan per hari yang berkisar 160–170 kantong, maka jumlah tersebut dinilai cukup. Karena berdasar kebutuhan rata-rata per bulan, selama ini kisaran 1.500–2.500 kantong. ”Kalau menurut kami, bulan ini aman, tapi masih tergantung jumlah pasien yang membutuhkan darah juga,” ujarnya.

Kalau stok darah aman, tidak demikian dengan komponen darah, yaitu trombosit. ”Kalau darahnya, semua golongan ada, tapi kalau trombosit itu variatif,” terangnya.

Namun, pihak PMI Kota Malang mempunyai cara untuk mengatasi permintaan trombosit, yaitu dengan menggunakan teknik aferesis. Aferesis sendiri merupakan teknik pemisahan komponen darah seperti trombosit. ”Kalau dengan aferesis, satu orang bisa sampai 8 kantong trombosit,” ujarnya. Namun teknik ini cenderung lebih mahal, biaya penggantinya berkisar Rp 3.500.000. Untuk teknik ini, pendonornya akan dipilih oleh PMI sendiri karena harus memenuhi syarat seperti sudah pernah mendonorkan darahnya sebanyak 6–8 kali.



Pewarta               : and
Copy Editor          : Amalia Safitri
Penyunting          :  abm