Status Waspada, Merapi Tetap Diminati Wisatawan

Wisata Merapi

RADAR MALANG ONLINE – Lava Tour di lereng Gunung Merapi tetap menarik perhatian bagi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun dari luar Jogjakarta. Sekalipun Gunung Merapi masih berstatus level 2 atau aktif waspada.

Budi Novianti, 40, asal Lampung merupakan salah satu pengunjung lereng Merapi. Dia sengaja menjadikan Jogjakarta sebagai pilihan untuk menghabiskan libur Lebaran bersama keluarga. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah lereng Merapi.

“Baru datang langsung ke sini, belum sempat ke mana-mana. Tidak takut sih meski waspada, penasaran saja,” katanya saat ditemui di Wisata Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, Senin (18/6).

Budi bersama keluarganya cukup terkesan saat berkunjung ke lereng Merapi. Terutama anak-anaknya yang juga diajak untuk menjelajah bekas erupsi Merapi 2010 silam. “Lumayan bagus tempatnya,” ucapnya.



Sementara itu, salah satu koordinator dari komunitas Jeep di Kinahrejo, Wanti mengatakan, untuk harga sewa Jeep pada musim Lebaran tak ada perubahan dibanding hari biasa. Yaitu mulai Rp 350 ribu hingga 550 ribu. “Tergantung jarak dan tempat yang dikunjungi,” terangnya.

Selama masa libur Lebaran, 46 armada Jeep terus beroperasi. Akan tetapi, Lebaran tahun ini jumlah kunjungan menurun dibandingkan tahun lalu. Terutama wisatawan mancanegara sepeti dari Eropa maupun Asia. “Memang cukup ramai kunjungan, tapi agak menurun dibandingkan Lebaran tahun lalu,” ungkapnya

Penurunan kunjungan bukan hanya karena status Merapi yang waspada. Namun lebih pada peristiwa teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu. Hal yang sama juga dirasakan di kawasan wisata Kaliurang, Kecamatan Pakem, Sleman.

“Lalu lintas ramai lancar. Tapi kalau kunjungan, lebih ramai Lebaran tahun lalu. Penurunan wisatawan domestik dan mancanegara,” sambung Koordinator Search and Rescue (SAR) Linmas Kaliurang Kiswanta.

(dho/JPC)