Standar Kululusan Siswa Berubah, Guru Bahasa Daerah Dilibatkan Susun RPP

MUHADJIR EFFENDY

KOTA MALANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang saat ini sedang menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk semester genap tahun depan. Berbeda dengan penyusunan tahun-tahun sebelumnya, penyusunan kali ini lebih banyak guru yang dilibatkan.

Jika biasanya proses penyusunan ini hanya melibatkan perwakilan guru kelas dari beberapa sekolah, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah, penyusunan kali ini melibatkan hampir semua perwakilan guru kelas dari seluruh SD. Selain itu, ada guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), guru mata pelajaran matematika, dan guru bahasa daerah yang dilibatkan.

”Kalau soal-soal ini hanya dibuat para guru kelas, nanti bobot soal RPP-nya ada yang tidak rinci. Misal olahraga, matematika, bahasa daerah, itu khusus 2018 dan seterusnya wajib terperinci poinnya,” kata Zubaidah.

Selama ini, dia menyatakan, bobot materi yang rinci hanya ada pada mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional (UN). Namun, saat UN 2018 lalu, ada perubahan. Kelulusan siswa yang tak lagi didasari hasil UN, melainkan ujian sekolah, membuat disdik kembali memetakan dan memerinci soal-soal di luar mapel yang diujikan di UN.

”Mapel yang masuk ujian sekolah kan bahasa daerah, PJOK, makanya mereka kami minta ikut menyusun soal RPP,” ucap dia.

Khusus matematika, mengapa harus ada guru khusus mapel matematika yang ikut merancang? Lantaran, dari Kemendikbud, rencananya soal matematika pada UN 2019 akan dinaikkan bobot kesulitannya. Soal-soal di dalam RPP ini pun digarap dengan mempertimbangkan tematik apa yang sesuai dengan Kurikulum 2013 atau K13. Jadi, bagi siswa kelas rendah atau siswa kelas satu hingga tiga cukup mengambil empat tema.

”Contohnya, kelas satu hingga tiga nanti belajar tentang tema kegemaranku, kegiatanku, keluargaku, dan itu semua diaplikasikan di semua mapel,” kata Zubaidah.

Barulah, untuk siswa kelas atas atau kelas empat hingga kelas enam, terdapat lima tema yang harus dituntaskan belajar mengajarnya oleh peserta didik dan guru kelas.

Pewarta: Sandra Desi Caesaria
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq