Sri Mulyani Sebut Perang Dagang Bikin Pengusaha Hati-hati Berinvestasi

JawaPos.com – Institute For Development Of Economics and Finance (INDEF) memaparkan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok berdampak besar terhadap minat pemodal untuk berinvestasi. Berdasarkan datanya, nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia pada 2016-2018 masih berada di angka lebih dari 6. Angka tersebut sangat jauh dari nilai ICOR pada tahun 2008 yang berada di angka 3,7.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dampak perang dagang dinilai telah membuat para pelaku usaha mulai menunda investasi. Menurutnya, pelaku usaha sangat berhati-hati setelah melihat ketidakpastian global yang diakibatkan dari perang dagang.

“Jadi, kalau global economic environment melemah, akan mempengaruhi atau memperlemah minat investasi dimana-mana,” kata Sri Mulyani dalam acara diskusi INDEF tentang Tantangan Investasi di Tengah Kecamuk Perang Dagang di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (16/7).

Sri Mulyani mengatakan bahwa perang dagang juga membuat perekonomian dunia mulai melemah. Terutama pada sektor rantai pasok alias supply chain yang ikut melemah. Itu berarti, semua hal yang bergantung dalam ekspor ikut melemah.

Berdasarkan catatan INDEF, perang dagang dinilai tidak menguntungkan bagi ekspor Indonesia. Perang dagang antara dua negara adidaya Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok juga berdampak pada penurunan ekspor 0,24 persen. Hal yang sama juga terjadi di AS dan China dengan penurunan masing-masing sebesar 8,2 persen dan 7,09 persen. Penurunan ekspor AS utamanya disebabkan karena menyusutnya ekspor ke China, demikian juga sebaliknya.

“Dalam hal ini muncul apa yang disebut less optimism terhadap capital flow atau aliran modal,” terangnya.

Dari situ, kata dia, akan mempengaruhi keputusan investasi dari para pengusaha. Pasalnya, dunia usaha akan mulai berhitung untuk mengurangi dampak dari pelemahan ekonomi global dari perang dagang.

“Pengusaha itu membuat keputusan base on kalkulasi mikro perusahaan, tapi juga base on invironment yang dihadapi,” tukasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim