28.9 C
Malang
Selasa, Februari 13, 2024

Ahmad Sanai, Disabilitas yang Masuk Daftar Bacaleg Kota Malang

TAK banyak tunadaksa yang terjun ke dunia politik. Meski gagal nyaleg pada 2019 lalu, Ahmad Sanai kembali menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) Kota Malang pada pemilu 2024. Dia berjanji akan memperjuangkan kebutuhan penyandang disabilitas.

DANANG PRIAMBODO

WAJAH Ahmad Sanai ceria saat bermain dengan anak ketiganya, Lathifatun Nafiri Ula Shofia. Di ruang tamu rumahnya, Jalan Muhammad Rowi Utara RT 07 RW 04 Kelurahan Lesanpuro, Kedungkandang, Shofia menggelayut di tangan Sanai. Di rumah sederhananya itu dia tinggal bersama istri dan ketiga anaknya.

Raut mukanya berubah menjadi serius ketika dia menceritakan niatnya mendaftar menjadi Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPRD Kota Malang. Pada pemilu 2024 depan, dia masuk daftar Bacaleg DPRD Kota Malang dari Partai Nasdem.
Sanai masuk Daerah Pemilihan (Dapil) Kedungkandang. Ini bukan kali pertama bagi Sanai menjadi bacaleg. Sebelumnya, pemilu 2019 lalu, dia menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari Perindo. ”Saat itu saya meraih sekitar 250 suara,” ujar Sanai ditemui di kediamannya, kemarin sore.

Tak banyak penyandang disabilitas yang terjun ke dunia politik, khususnya bacaleg. Meski terlahir dengan kondisi fisik yang terbatas, tunadaksa berusia 38 tahun itu punya semangat yang tidak terbatas.
Lantas apa motivasi Sanai ikut berebut kursi legislatif? ”Saya ingin penyandang disabilitas mempunyai kuota 1 persen di masing-masing sekolah,” kata Sanai sembari mengisap batang rokok di tangan kirinya itu. ”Sekarang belum terwujud,” tambah ayah tiga anak itu.

Baca Juga:  Salah Satu Penyebab Macet, Parkir Liar Masuk Skala Prioritas Penyelesaian

Sebenarnya, sekolah di Kota Malang sudah memberi ruang untuk penyandang disabilitas. Tapi, masih ada persyaratan yang dinilai Sanai menyulitkan para penyandang disabilitas. Misalnya, harus mendapat rekomendasi dokter atau lembaga kesehatan yang menjelaskan kondisi disabilitas tersebut masuk kategori berat, sedang, atau ringan. Juga harus ada rekomendasi dari sekolah asal.

Mulanya, Sanai tidak tertarik terjun ke dunia politik. Tapi dia melihat realitas yang menurutnya timpang, sehingga harus diperjuangkan lewat kursi legislatif. ”Akhirnya saya putuskan masuk parpol, tapi tetap menyuarakan kebutuhan disabilitas,” kata pria yang kesehariannya menjalankan usaha produksi pupuk organik itu.

Sebelum mendaftar bacaleg empat tahun lalu, pria yang dipercaya menjadi ketua Forum Malang Insklusi itu sudah sering memperjuangkan kebutuhan penyandang disabilitas. Tahun 2014 lalu misalnya, Sanai remaja turut andil dalam memperjuangkan masuknya listrik di kampungnya, Lesanpuro.

”Waktu itu kampung saya masih byar-pet. Kami advokasi untuk pengadaan listrik,” kata Sanai yang kala itu tergabung dalam paguyuban muda RT-RW. ”Saya senang berorganisasi. Sejak 2004 saya sudah kenal disabilitas yang lain,” katanya.
Semasa hidupnya, pria yang pernah menjadi loper koran itu sudah ratusan kali menuai cibiran dari warga. ”Di masyarakat, saya sering dipandang sebelah mata. Jadi caleg, omongan orang juga sering nyakitin,” kata dia.

Baca Juga:  Duh, Jelang Piala Asia Women, 2 Delegasi Arema FC Women di Timnas Sakit

Meski begitu, dia berusaha tegar. Dia tidak mempermasalahkan jika orang memandangnya sebelah mata. Selama ini, dia tidak bekerja untuk mendapatkan pujian, termasuk ketika meng-advokasi warga. ”Saya kuat karena bertahun-tahun di jalanan,” kenangnya.

Cemoohan, cibiran, dan dipandang sebelah mata itu dijadikan sebagai tantangan. Jika nanti terpilih menjadi wakil rakyat, Sanai ingin membuktikan bahwa tetap memperjuangkan penyandang disabilitas. ”Harapan saya, kehadiran saya bisa memberikan motivasi untuk semuanya,” kata pengurus Lingkar Sosial Malang Raya itu.

Selain berpolitik, Sanai juga sedang menempuh pendidikan S1 di IKIP PGRI Jember. Dia meilih jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) karena komitmennya untuk memperjuangkan penyandang disabilitas. Sebelumnya, tahun 2009 dia sudah menamatkan Pendidikan S1 Universitas Islam Lamongan (Unisla) dengan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). (*/dan)

TAK banyak tunadaksa yang terjun ke dunia politik. Meski gagal nyaleg pada 2019 lalu, Ahmad Sanai kembali menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) Kota Malang pada pemilu 2024. Dia berjanji akan memperjuangkan kebutuhan penyandang disabilitas.

DANANG PRIAMBODO

WAJAH Ahmad Sanai ceria saat bermain dengan anak ketiganya, Lathifatun Nafiri Ula Shofia. Di ruang tamu rumahnya, Jalan Muhammad Rowi Utara RT 07 RW 04 Kelurahan Lesanpuro, Kedungkandang, Shofia menggelayut di tangan Sanai. Di rumah sederhananya itu dia tinggal bersama istri dan ketiga anaknya.

Raut mukanya berubah menjadi serius ketika dia menceritakan niatnya mendaftar menjadi Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPRD Kota Malang. Pada pemilu 2024 depan, dia masuk daftar Bacaleg DPRD Kota Malang dari Partai Nasdem.
Sanai masuk Daerah Pemilihan (Dapil) Kedungkandang. Ini bukan kali pertama bagi Sanai menjadi bacaleg. Sebelumnya, pemilu 2019 lalu, dia menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari Perindo. ”Saat itu saya meraih sekitar 250 suara,” ujar Sanai ditemui di kediamannya, kemarin sore.

Tak banyak penyandang disabilitas yang terjun ke dunia politik, khususnya bacaleg. Meski terlahir dengan kondisi fisik yang terbatas, tunadaksa berusia 38 tahun itu punya semangat yang tidak terbatas.
Lantas apa motivasi Sanai ikut berebut kursi legislatif? ”Saya ingin penyandang disabilitas mempunyai kuota 1 persen di masing-masing sekolah,” kata Sanai sembari mengisap batang rokok di tangan kirinya itu. ”Sekarang belum terwujud,” tambah ayah tiga anak itu.

Baca Juga:  Kecelakaan di Klemuk Kota Batu Klaim Tiga Nyawa, Ini Kronologinya

Sebenarnya, sekolah di Kota Malang sudah memberi ruang untuk penyandang disabilitas. Tapi, masih ada persyaratan yang dinilai Sanai menyulitkan para penyandang disabilitas. Misalnya, harus mendapat rekomendasi dokter atau lembaga kesehatan yang menjelaskan kondisi disabilitas tersebut masuk kategori berat, sedang, atau ringan. Juga harus ada rekomendasi dari sekolah asal.

Mulanya, Sanai tidak tertarik terjun ke dunia politik. Tapi dia melihat realitas yang menurutnya timpang, sehingga harus diperjuangkan lewat kursi legislatif. ”Akhirnya saya putuskan masuk parpol, tapi tetap menyuarakan kebutuhan disabilitas,” kata pria yang kesehariannya menjalankan usaha produksi pupuk organik itu.

Sebelum mendaftar bacaleg empat tahun lalu, pria yang dipercaya menjadi ketua Forum Malang Insklusi itu sudah sering memperjuangkan kebutuhan penyandang disabilitas. Tahun 2014 lalu misalnya, Sanai remaja turut andil dalam memperjuangkan masuknya listrik di kampungnya, Lesanpuro.

”Waktu itu kampung saya masih byar-pet. Kami advokasi untuk pengadaan listrik,” kata Sanai yang kala itu tergabung dalam paguyuban muda RT-RW. ”Saya senang berorganisasi. Sejak 2004 saya sudah kenal disabilitas yang lain,” katanya.
Semasa hidupnya, pria yang pernah menjadi loper koran itu sudah ratusan kali menuai cibiran dari warga. ”Di masyarakat, saya sering dipandang sebelah mata. Jadi caleg, omongan orang juga sering nyakitin,” kata dia.

Baca Juga:  Bukan Sebatas Seni, Tapi Sarana Komunikasi dengan Pencipta

Meski begitu, dia berusaha tegar. Dia tidak mempermasalahkan jika orang memandangnya sebelah mata. Selama ini, dia tidak bekerja untuk mendapatkan pujian, termasuk ketika meng-advokasi warga. ”Saya kuat karena bertahun-tahun di jalanan,” kenangnya.

Cemoohan, cibiran, dan dipandang sebelah mata itu dijadikan sebagai tantangan. Jika nanti terpilih menjadi wakil rakyat, Sanai ingin membuktikan bahwa tetap memperjuangkan penyandang disabilitas. ”Harapan saya, kehadiran saya bisa memberikan motivasi untuk semuanya,” kata pengurus Lingkar Sosial Malang Raya itu.

Selain berpolitik, Sanai juga sedang menempuh pendidikan S1 di IKIP PGRI Jember. Dia meilih jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) karena komitmennya untuk memperjuangkan penyandang disabilitas. Sebelumnya, tahun 2009 dia sudah menamatkan Pendidikan S1 Universitas Islam Lamongan (Unisla) dengan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). (*/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/