Sosialisasi Rekor Muri, Ajak Pengunjung Car Free Day Menari Poco-Poco

Ita Wulan Sigit, panitia pendaftaran Malang Menari (baju hijau), menari di arena CFD, kemarin (16/4). foto by : Bayu Eka Novanta

MALANG KOTA – Butuh upaya keras mengumpulkan 5.000 penari untuk ikut agenda pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) di Alun-Alun Tugu, 30 April mendatang. Karena itu, agenda sosialisasi terus dilakukan panitia untuk event bertajuk Malang Menari ”Dancing on The Street”. Salah satunya dilakukan di arena Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, kemarin (16/4).

Sedikitnya, ada 30 instruktur tari yang kemarin ikut agenda sosialisasi di CFD. Beberapa di antaranya bahkan datang lengkap dengan make-up ala topeng Punakawan. Mereka mengajak pengunjung CFD melakukan sejumlah gerakan tari. Di antaranya tarian Gemu Fa Mire dan Poco Poco Nusantara.

Ketua Panitia Malang Menari Andreas A. Suliyan berharap, lewat sosialisasi itu, agenda pemecahan rekor Muri bisa diketahui lebih luas oleh masyarakat. Tentunya, akan ada lebih banyak orang yang ikut berpartisipasi dalam event yang merupakan bentuk kerja bareng antara Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Malang, Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Jawa Timur bersama Jawa Pos Radar Malang.

Selain CFD, ada cara sosialisasi lainnya yang dilakukan panitia Malang Menari. Yakni dengan mendatangi sanggar-sanggar tari. ”Kami sosialisasinya menyebar. Mulai dari daerah Sukun hingga Sawojajar,” ujar Andreas.

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini, panitia Malang Menari ”Dancing on The Street” sudah mendapatkan lebih dari 2.000 penari untuk agenda pemecahan rekor Muri. Di antaranya ada penari-penari yang tergabung dalam Yayasan Jantung Sehat, Sanggar Qi ta, hingga komunitas senam warga Kelurahan Gadingkasri.

Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Indra Mufarendra
Foto: Bayu Eka