Sopir Hipertensi Minggir Dulu Sinergi Jawa Pos

Tes urine kepala awak bus melibatkan Dokes Polres Jember yang dipimpin langsung Kabag Op Polres Jember Kompol M. Lutfi, Kasatlantas Polres Jember AKP Priyanggo dan Kasat Reskoba AKP Miftahul Huda. Namun, untuk mengumpulkan para sopir petugas harus mendatangi bus-bus yang baru masuk ke terminal. Karena rata-rata sopir bus yang baru masuk enggan untuk dilakukan tes.

Petugas gabungan pun harus mendatangi bus yang baru menurunkan para penumpang yang memarkir busnya di dalam terminal. Selain melakukan tes urine, petugas juga memeriksa kelengkapan bus demi kenyamanan penumpang dan keselamatan di jalan. Diantara mengecek lampu depan, klakson, martil (palu pemecah kaca dalam kondisi darurat) dan apar (alat pemadam ringan) yang seharusnya di siapkan di masing-masing bus.

HANYA PAJANGAN: Alat pemadam ringan yang ada di dalam bus ternyata banyak yang tidak berfungsi. Ini diketahui saat kemarin petugas gabungan mengeceknya di Terminal Tawang Alun, Jember.
(Jumai/Radar Jember)

Tetapi kenyataannya, sopir masih banyak yang mengabaikan keselamatan para penumpangnya. Mereka tidak menyiapkan alat pemadam ringan, martil dan kotak obat-obatan. Bahkan saat petugas meminta alat pemadam yang ada di bus untuk dicoba ternyata sudah tidak berfungsi.



Selain mengecek kelengkapan seperti martil dan apar, petugas gabungan juga mengecek seluruh ban baik yang ada di bagian depan dan belakang. Karena kalau bagian ban sudah aus maka sangat berbahaya ketika hujan. 

Selain itu ada beberapa sopir bus yang ternyata mengalami hipertensi. “Kepada sopir yang hipertensi kami beri pengertian dan disarankan untuk istirahat, hal ini untuk menjaga keselamatan penumpang,” ujar Luthfi didampingi AKP Priyanggo. 

Sementara Kepala terminal Tawang Alun Samson mengatakan, kegiatan tes urine terhadap sopir dan kelayakan kendaraan semata-mata untuk memberikan rasa aman penumpang. Terlebih saat pergantian tahun baru banyak kemacetan, yang bisa menimbulkan stres sopir dan berakibat ngantuk. 

AKP Priyanggo Kasatlantas Polres Jember kepada wartawan mengatakan, tes urine dan cek kelengkapan bus tersebut hanya untuk mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan para sopir bus tersebut. Karena kalau sopir sudah dalam kondisi kurang fit maka juga membahayakan para penumpangnya.

Sementara pengecekan kelayakan bus juga dilakukan bersama dinas perhubungan. Karena masih ada sopir yang menjalankan busnya tidak dilengkapi dengan alat pemadam ringan, martil untuk pemecah kaca serta mengecek lampu depan. “Karena ada juga yang lampu depannya hanya hidup satu saja, ini kan membahayakan saat menjalan busnya pada malam hari,’’ pungkas Priyanggo. 

(jr/jum/rul/ras/das/JPR)