Solusi Banjir, Anies Akan Bangun Sumur Vertikal Tahun Ini

JawaPos.com – Musibah banjir beberapa waktu lalu kembali melanda ibu kota. Air kiriman dari Depok dan Bogor, Jawa Barat, membuat sebagian wilayah Jakarta terendam banjir. Oleh sebab itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin membangun sumur vertikal.

“Pembangunan sumur-sumur vertikal kita akan mulai di tahun 2019,” ujar Anies di kantornya di Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).

Anies menuturkan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Sumur ini akan dibangun di kampung-kampung yang tanahnya memungkinkan. “Tanah memungkinkan artinya dari sisi ketinggian air tanah itu memungkinkan untuk dibuat saluran-saluran vertikal. Jumlahnya akan banyak,” imbuhnya.

Banjir Kawasan Jatinegara. (Dery Ridwansah/ Jawa Pos


Sementara itu, untuk warga yang membuat sumur vertikal secara mandiri, akan diberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, program ini baru akan dijalankan tahun depan. “Kalau itu mungkin tahun depan. Tahun depan untuk mekanisme fiskalnya,” jelas Anies.

Keputusan ini diambil sebab, tahun ini pemprov DKI baru melakukan fiskal receiver dari fiskal kadaster. Dari situ nanti akan terlihat ukuran lahan yang dimiliki serta besaran pajaknya. Sehingga bisa dilakukan penghitungan untuk menentukan besaran pajaknya.

“Sekarang dengan adanya fiskal kadaster harapannya nanti data itu lengkap, kita bisa susun kebijakannya dengan baik,” pungkas mantan Mendikbud itu.

Banjir Kawasan Jatinegara. (Dery Ridwansah/ Jawa Pos)

Diketahui, salah satu solusi untuk mengatasi banjir, pemprov DKI Jakarta berencana membangun 1.300 sumur vertikal di berbagai wilayah. Proyek ini ditaksir menghabiskan dana mencapai Rp 5 miliar. Adapun daerah terdampak banjir pada tanggal 26 April 2019 terdiri dari 43 titik banjir, dan pada pukul 18.00 WIB ?sudah berkurang menjadi 26 titik yang terdiri dari 5 titik di wilayah Jakarta Selatan dan 21 titik di wilayah Jakarta Timur.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Suhaimi menilai setiap Gubernur DKI pasti mengalami musibah banjir. Namun, terkadang di setiap kepemimpinan curah hujannya berbeda-beda. Sehingga banjir yang diakibatkan juga berbeda tingkat keparahannya.

Menurutnya, banjir memang biasa menerjang ibukota, karena permukaam tanah Jakarta lebih rendah daripada Bogor. Maka, untuk menanggulangi banjir itu, cara paling efektifnya yaitu dengan mencegah air dari Bogor sampai ke Jakarta dalam volume yang besar.

“Kalau saya secara gampangnya, airnya dicegat di Bogor sana, kemudian dibikin embung-embung, dibikin bendungan-bendungan sehingga nggak ke Jakarta. itu kan bisa dimanfaatkan untuk pertanian, untuk macam-macam,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan