Soal Penyerangan di Bandung, Mabes Polri: Mereka Menganggap Kami Thogut

 Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal

JawaPos.com – Mabes Polri menegaskan, penyerangan terduga teroris terhadap empat anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bandung tidak terkait dengan Pemilu. Apa yang dilakukan terduga teroris berinisial SHS tersebut murni tindak pidana terorisme.

Hal tersebut seperti disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. M. Iqbal kepada wartawan disela kunjungannya ke Mapolresta Solo, Jumat (5/4).

Iqbal kemudian menyampaikan, bahwa selama ini sudah dilakukan penjajakan terkait dengan aksi terorisme di sejumlah tempat. Seperti di Sibolga, Lampung dan juga di Jawa Barat. “Itu murni penyerangan terhadap polisi, karena mereka menganggap kami (polisi) thogut dengan melakukan berbagai upaya paksa selama ini,” ucapnya.

ILUSTRASI: Densus 88 Antiteror (dok. JawaPos.com)


Iqbal juga menjelaskan mengenai penyerangan yang dilakukan oleh terduga teroris terhadap anggota Densus. Awalnya SHS berpura-pura menyerahkan diri. Tetapi, kemudian justru melakukan penyerangan terhadap anggota yang hendak mengamankannya. “Dan akhirnya ada empat anggota Densus 88 terluka karena senjata tajam yang digunakan pelaku,” katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap terduga terorisme. Kelompok tersebut memang sengaja untuk melakukan penyerangan terhadap Polri. “Mereka tidak merencanakan aksinya di Pemilu, melainkan untuk menyerang anggota,” katanya.

Penangkapan terduga teroris di Bandung akan terus dikembangkan. Dan sampai saat ini Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih memburu terduga teroris yang lain.