Soal Larangan Jual Premium Saat Asian Games, Ini Kata Menteri Siti

Soal Larangan Jual Premium Saat Asian Games, Ini Kata Menteri Siti

Permen ini sudah berlaku sejak 10 Maret 2017 untuk kendaraan tipe baru dan 10 Juli 2018 untuk kendaraan yang sedang diproduksi.

“Ya saya minta bukan premium. Saya minta fasilitas untuk euro IV, jadi saya tidak sebut secara spesifik premium atau apa,” jelas Siti Nurbaya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/3).

Selanjutnya, menjelang pelaksanaan beberapa event internasional seperti Asian Games pada Agustus 2018 dan pertemuan IMF-Wold Bank pada Oktober 2018, pemerintah mensyaratkan penggunaan BBM standar Euro 4 mulai Mei 2018 di Jabodetabek, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Banyuwangi, Bali, dan Labuan Bajo.

“Silahkan saja pertamina yang tahu tapi bahan bakar Euro IV selama Asian Games dipakai di spot-spot Jakarta mungkin Jabodetabek dan juga Palembang,” tuturnya.

Adapun, dia menilai kendaraan dengan bahan bakar beroktan tinggi maka logam beratnya menjadi lebih rendah. Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. “Kita mungkin sekarang yang belakangan ya tinggal kita sama Myanmar karena sudah semua ke euro IV,” terangnya.

Menteri Siti menekankan, aturan ini sifatnya mandatory sehingga tidak ada insentif bagi kendaraan yang hendak menggunakan BBM jenis Euro IV. Akan tetapi untuk kendaraan-kendaraan yang digunakan untuk dagang yang masih memakai bahan bakar dibawah Euro IV masih diberikan izin selama sembilan bulan ke depan.

“Kendaraan seperti grandmax dan lain-lain itu masih diizinkan delapan bulan sampai sembilan bulan jadi masih bisa tetapi yang lain masih bisa menyesuaikan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Elia Massa Manik sempat berkeluh kesah. Pasalnya, di sisi lain Pertamina diberi mandat untuk menjual jenis BBM penugasan yaitu premium dengan standar Ron 88 atau Euro 2.

“Sesuai dengan BBM penugasan ini premium standar ron 88 dan euro II. Permen KLH (Nomor 20 Tahun 2017) kita sudah ingin ke euro IV, ini membingungkan,” jelasnya di Ruang Rapat Komisi VII, DPR RI, Jakarta, Senin (19/3).

Pertamina harus mengikuti regulasi yang ada. Apalagi menjelang Asian Games yang akan dihelat tahun 2018 ini. Dimana untuk kota Jakarta, Bandung dan Palembang diminta segera berpindah ke euro IV.

“Pengen konsistensi nih, karena kami tergantung dengan regulasi yang ada. Di satu sisi seperti, kawan-kawan di ESDM, pak ivan (BPH Migas) diskusi gimana nih mengatasi masalah di satu sisi masih minta premium tapi disisi lain pengennya bbm kualitas tinggi,” ujarnya.

Akan tetapi, Massa menuturkan untuk menjalankan beleid ini sebetulnya Pertamina sudah siap. Pertamina sudah mengejar produksi kilang Langit Biru di Cilacap yang memang sudah tidak bisa lagi memproduksi BBM jenis premium. Harapannya, kilang tersebut sudah bisa on stream pada Desember 2018 mendatang. “Kita sudah ada produknya, kan proyek cilacap sudah berlangsung dua tahun,” ujarnya.


(uji/JPC)