Soal Kenaikan Tarif Cukai Rokok, Formasi Nantikan Detail Aturan

JawaPos.com – Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) lebih kalem menanggapi kebijakan kenaikan tarif cukai rokok tahun depan. Mereka menganggap kenaikan itu wajar karena tahun ini pemerintah sama sekali tidak mengutak-atik tarif cukai rokok alias sama dengan tahun lalu. Kendati demikian, Formasi akan tetap mengawasi detail aturan yang bakal terbit.

“Bagaimanapun juga kami menghormati. Apalagi, tahun ini tarif cukai rokok tidak naik,” tegas Ketua Harian Formasi Heri Susianto, Jumat (20/9).

Tiap tahun rata-rata kenaikan tarif cukai rokok 10 persen. Pada 2020, pemerintah menaikkan tarif cukai rokok 23 persen. Itu lebih dari dua kali lipat kenaikan tahunan biasanya.

“Dari informasi yang saya terima, kenaikan cukai itu terutama untuk sigaret keretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM),” kata Heri.

Menurut dia, sigaret keretek tangan (SKT) tidak termasuk dalam target kebijakan. Formasi menganggap bahwa kebijakan pemerintah terkait tarif cukai rokok itu merupakan upaya untuk menjaga stabilitas pendapatan negara.

Terkait detail aturan kebijakan tersebut, Formasi bakal menyorot persentase kenaikan tarif cukai pada setiap golongan. Selama ini, kenaikannya tidak pernah sama. Kenaikan tarif pada golongan I jauh lebih kecil daripada golongan II. Dalam industri rokok, SKM dan SPM terbagi menjadi golongan I dan II. Sementara itu, SKT masuk golongan II dan III.