Soal Kasus e-KTP, Fahri Bilang Begini ke KPK

Oleh sebab itu, Fahri meminta kepada Pansus Angket DPR melakukan investigasi terhadap kasus e-KTP ini. Sebab banyak kejanggalan-kejanggalannya dan penuh muatan politis.

“Angket coba banyak menginvestigasi kasus e-KTP ini karena bohongnya banyak,” ujar Fahri saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

Setya Novanto
(Muhamad Ali/Jawa Pos)

Bukti lain adanya kejanggalan, yakni disebut-sebut kerugian negara di kasus e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun. Padahal kenyataanya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menyebut keruguian negara sebesar itu.



“Jadi kalau KPK tidak bisa membuktikan kerugian negara Rp 2,3 triliun maka bubarkan saja,” katanya.

Kemudian, nama-nama anggota DPR disebut-sebut terlibat dalam proyek tersebut. Namun nyatanya sampai saat ini belum juga terbukti. DPR kata dia, citranya sengaja dibuat buruk oleh lembaga antirasuah dalam kasus e-KTP ini.

“Sebab DPR ini sudah babak belur gara-gara KPK disebut jadi bancakan di Komisi II semua nama disebut,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, apabila KPK tidak bisa membuktikan kerugian negara Rp 2,3 trilun ini. KPK tidak perlu lagi dipertahankan melainkan dibubarkan saja.

“Karena KPK ini telah merusak, jadi sudah waktunya dibubarkan,” pungkasnya.


(cr2/ce1/JPC)