Soal Jalur Penghubung Skybridge, Sekda: Lahan Itu Punya Rakyat

JawaPos.com – Perseteruan antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT KAI nampaknya belum ada titik temu. Hal ini terkait dengan permasalahan belum diberikannya akses dari Stasiun Tanah Abang ke Jembatan Penyeberangan Multifungsi (JPM) atau skybridge.

Sekertaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah meminta PT KAI agar tidak angkuh berbicara kekuasaan. Ia meminta agar PT KAI dapat bekerjasama dengan memberikan akses jalur penghubung yang dibutuhkan. Sebab, PT KAI dari awal telah mendukung adanya pembangunan skybridge.

“Jadi ini bukan soal kekuasaan, dia kuasa, di sini punya kuasa, bukan soal begitu. Kondisi lapangan itu, mobilisasi warga tuh seperti apa di lapangan gitu loh. Kalau niatnya ke situ ya kita harus kasih jalan ke situ,” terangnya di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).



Selain itu sebagai Pemerintah Daerah, Saefullah meminta agar PT KAI dapat bekerjasama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, antar instansi dapat terjaga hubungannya dengan baik.

“Jadi jangan kita yang berantem, lucu. Silakan saja cek lapangan mana yang paling oke,” tegas Saefullah.

Menurutnya, pembangunan skybridge merupakan hasil kajian yang dilakukan pemerintah. Sehingga, skybridge yang dibuat berbulan-bulan ini tujuannya untuk melayani masyarakat yang menggunakan transportasi kereta, sehingga Saefullah meminta PT KAI mengerti hal tersebut.

“Jadi bukan akal-akalan. Ini sudah hasil kajian gitu lho. Jadi nggak benar kalau PT KAI mempertahankan ini punya saya gitu. Ini sudah zaman kayak begini kok, punya siapa ya punya rakyat. Semuanya punya rakyat,” ucapnya.

Saefullah menyatakan jika perlu, pihaknya akan kembali berkoordinasi langsung dengan PT KAI. Hal ini dilakukan agar kelancaran peresmian dari skybridge dapat segera terlaksana, sehingga urusan toilet dan lainnya dapat menyusul.

(rgm/JPC)