Soal Jabatan Sekjen, Airlangga Disarankan Lanjutkan Tradisi Golkar

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar, Ratu Dian mengatakan, penitipan nama untuk dapat menduduki kursi sekjen di partai besutan Soeharto itu adalah hal lumrah.

“Saya kira mereka punya kader dan jagoannya masing-masingnya, jadi siapapun yang dianggap cocok oleh pak Airlangga dan dapat membawa Golkar lebih baik. Saya kira sah-sah saja,” kata Ratu saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (24/12).

Lebih lanjut, ungkap Ratu, dari semula memang Partai Golkar tidak mempunyai mekanisme khusus terkait pemilihan sekjen. Namun, dirinya tidak menampik bahwa ada tradisi khusus dalam penunjukan figur yang cocok untuk menempati kursi Sekjen.

“Dari awal emang tidak ada (mekanisme) pemilihan sekjen, tapi tradisi Golkar biasanya dari militer. Hanya dalam beberapa kali munas sekjen diambil oleh sipil,” ungkapnya.



Oleh karena itu, menurut Ratu, saat ini Airlangga sedang mempertimbangkan masak-masak mengenai figur yang tepat untuk masuk dalam kepengurusan partai Golkar, sehingga dalam keputusan itu, diharapkan dapat diterima oleh semua pihak.

“Dia sebagai formatur tunggal tidak mau gegabah, karena faksi yang disebutkan Jokowi kan banyak. Keputusan dia tidak mau menimbulkan keresahan, kebimbangan bahkan tarik tarikan yang tidak menguntungkan partai Golkar,” pungkasnya.


(aim/JPC)