Soal Cawagub DKI, Publik Tak Peduli Gerindra Ingkar Janji pada PKS

Gerindra Akui Ada Kesalahan Soal Cuitan tentang LGBT di Twitter - JPNN.com

Partai Gerindra. Foto : Website Gerindra

jpnn.com, JAKARTA – Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, janji Gerindra untuk memberikan kursi Wagub DKI Jakarta kepada PKS, hanya cerita yang menghiasi masa Pilpres 2019.

Menurut Ujang, cerita itu berubah seiring selesainya Pilpres 2019 dan Gerindra masuk barisan partai pendukung pemerintah.

“Jatah wagub bagi PKS itu masa lalu, ketika Pilpres sebelum dilaksanakan. Namun, ketika Pilpres sudah beres dan dinamika politik begitu cepat berubah. Tak ada lagi jatah itu,” kata Ujang sat dihubungi jpnn.com, Senin (27/1).

Selepas Pilpres 2019, Gerindra tetap bertarung memperebutkan kursi Wagub DKI Jakarta. Satu di antara kader Gerindra, masuk kandidat Wagub DKI Jakarta yang kosong selepas ditinggal Sandiaga Uno.

Namun, Ujang menyebut, Gerindra tidak akan mendapatkan penilaian negatif dari publik, meski janji politik kepada PKS tidak dilaksanakan.

“Tak akan terlalu berdampak negatif bagi Gerindra. Karena sudah umum, walaupun memang etika politik tak dijalankan,” ucap dia.

Di politik, kata Ujang, pengingkaran janji ialah hal lumrah. Begitu pun dalam kasus Wagub DKI Jakarta. Gerindra yang awalnya hendak memberikan posisi tersebut ke PKS, bisa melupakan janjinya.

“Soal perebutan kursi Wagub DKI itu soal biasa. Seandainya PKS tak dapat kursi wagub. Bisa saja punya kompensasi lain di belakang layar yang kita tak tahu,” pungkas Ujang.