SMPN 3 Andalkan Dua Inovasi

MALANG KOTA – Siswa-siswi SMPN 3 Kota Malang menyambut antusias dewan Green School Festival (GSF) 2019. Empat orang pembawa acara yang memakai rompi dan gamis berbahan sampah plastik daur ulang menjadi penyambut tim penilai. Berikutnya, ada sajian yel-yel dari 100-an siswa yang turut berkumandang. Mereka kompak memakai topi dari koran bekas.

Dalam event GSF tahun ini, SMPN 3 Malang memilih fokus pada isu konservasi air dan energi. Ada inovasi Aquaponik dan pengembangan dalam panel surya yang dilakukan mereka.

Salah seorang siswa di sana, Pandu Soewita Angkasa, menyatakan terkait manfaat budi daya Aquaponik. Inovasi Aquaponik disajikan dalam bentuk kolam ikan, yang di bagian atasnya turut diberi tanaman air.

”Yang kami tanam kangkung dan sawi,” terang Pandu. Air untuk kolam memanfaatkan bekas air wudu di sekolah. ”Jadi, air wudu tidak kita buang begitu saja, kami tampung di sumur dan menjadi sumber air ikan,” tambahnya.

Inovasi selanjutnya yakni Pemanas Air Tenaga Surya. ”Dengan adanya panel surya ini, penggunaan listrik di sekolah kami jadi lebih hemat,” terang siswa lainnya, Adrian Beno Suwandana.

Solihin, salah satu juri GSF mengapresiasi presentasi yang dilakukan sejumlah siswa di sana. ”Memang ada beberapa (inovasi) yang belum terealisasi, tapi saya apresiasi, mereka (siswa) jujur,” ungkapnya.

Pewarta : Eri
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya