SMPN 13 Kota Malang Keluarkan 4 Siswa, DPRD Turun Tangan

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Sugiono

KOTA MALANG – Atas dasar laporan sepihak dari orang tua, anggota dewan dari Komisi D DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 13 Kota Malang, Jumat, (8/2) pagi. Kunjungan ini ternyata terkait adanya laporan wali murid siswa yang menyatakan bahwa ada putra-putrinya yang dikeluarkan dari sekolah.

“Kami dari dewan mendapat laporan sepihak dari orang tua, kami sebagai penampung aspirasi masyarakat ingin mengklarifikasi kepada sekolah, sejauh mana sekolah membimbing atau membina si murid ini,” tutur Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Sugiono yang hadir di sekolah.

Ia melanjutkan, laporan dari masyarakat menyatakan awalnya info awal murid yang dikeluarkan mencapai 27 murid, dan berkurang hingga 16 murid. “Sampai sekarang 4 murid, tapi 4 murid ini memang ada temuan-temuan,” tambah Sugiono.

Menurut info dari wali murid, para siswa ketahuan menggunakan narkotika atau minuman keras dan terdapat klausul peraturan sekolah yang jelas sehingga menyebabkan keputusan mutlak pengeluaran dari sekolah harus diambil.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Fraksi PDIP Perjuangan, Rusmanhadi menuturkan, pihak sekolah juga telah memberikan kebijakan jika empat siswa ini akan dipindahkan ke sekolah lain.

“Sudah, tapi tiga wali murid ini tidak ingin anaknya dipindahkan ke sekolah lain, hanya satu siswa yang pindah ke sekolah lain,” tutur Rusman.

Mengomentari penemuan ini, Sugiono berharap pembinaan mampu diberikan pihak sekolah. “Karena anak bangsa ini adalah tanggungjawab bersama, tidak melulu antara kepada pihak sekolah, supaya ada kesinambungan wali murid, sekolah maupun dari kita sebagai wakil mereka penampung aspirasi masyarakat,” urainya.

Hingga kini, pihak sekolah juga masih enggan berkomentar kepada awak media terkait kasus yang menimpa siswanya tersebut.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido