SMP Islam Baitul Makmur Buka PPDB Jalur Tahfidz

MALANG KOTA – Jalur masuk sekolah yang tak biasa digelar SMP Islam Baitul Makmur, Sawojajar, Kota Malang. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 yang akan tutup 12 Juli 2018 ini menggunakan dua jalur. Yakni jalur reguler dan jalur program khusus tahfidz Alquran.

Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ustad Ahmad Nur Syadzili SPd menyatakan, dibukanya kelas khusus tahfidz Alquran ini merupakan program pengembangan di SMP Islam Baitul Makmur.

”Tahfidz Alquran sebenarnya sudah mulai diajarkan di SMP Islam Baitul Makmur sejak dua tahun lalu di kelas reguler. Namun, mulai tahun ajaran baru 2018/2019, dibuka kelas khusus tahfidz Alquran sebagai program pengembangan,” kata pria yang akrab disapa Ustad Nur ini, kemarin (7/8).

Dia menambahkan, target yang ingin dicapai dalam kelas khusus tahfidz Alquran adalah mencetak siswa atau santri hafiz Alquran minimal 10 juz.

”Para santri SMP Islam Baitul Makmur yang diwisuda tahun ini sudah hafal 5 juz saat memasuki kelas 8,” ujarnya.

Dengan pengajar yang profesional, Ustad Nur memaparkan bahwa SMP Islam Baitul Makmur mengintegrasikan kurikulum khas Baitul Makmur (pondok) dengan kurikulum pemerintah.

Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan kurikulum berintegrasi internasional.

Ustad Nur melanjutkan, dari tahun ke tahun, SMP Islam Baitul Makmur tidak pernah lelah untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. Di antaranya dengan menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama.

”Para santri bukan hanya pandai menghafal pengetahuan, tetapi juga mengamalkannya sehingga membawa kemanfaatan bagi sesama dan semesta alam. Bukan hanya rajin belajar dan sekolah, tetapi juga pembiasaan rajin salat, membaca Alquran, dan bersedekah,” kata dia.

Sebagai sekolah yang senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman, SMP Islam Baitul Makmur mendidik dan mengajarkan kepada para santrinya untuk menjalankan ajaran Islam sesuai Alquran dan sunah Rasulullah SAW. Untuk lulusan, bukan hanya yang berprestasi akademis optimal, tetapi juga berakhlakul karimah dan mampu menjadi pelaku perubahan ke arah kehidupan yang islami.

”Dengan akhlak yang baik, para lulusan akan mau dan mampu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.

Pewarta: Irham Thoriq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Sandra Desi