Smartfren Implementasikan E-SIM untuk Smartphone di Indonesia

JawaPos.com – Smartfren tampaknya menjadi perusahaan telekomunikasi pertama yang menerapkan e-SIM. Teknologi SIM virtual ini diaplikasikan pada perangkat smartphone.

Sedikit menoreh ke belakang, topik soal e-SIM di Indonesia mencuat tahun lalu. Ini bertepatan dengan peluncuran trio iPhone terbaru dari Apple, yakni iPhone XR, iPhone XS, dan iPhone XS Max yang sudah mendukung penggunaan E-SIM.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys menuturkan, penggunaan e-SIM di Indonesia oleh Smartfren saat ini baru terbatas untuk perangkat trio iPhone terbaru saja. “Itu yang mempunyai e-SIM, tapi juga memiliki slot fisik, jadi e-SIM-nya nggak dipakai. Nah inilah yang kita lihat sebagai peluang, dari pada e-SIM-nya kosong mendingan dimasukkan e-SIM,” katanya di Jakarta, Jumat (6/9).

Merza melanjutkan, e-SIM sejatinya bukan teknologi baru, melainkan sudah ada sejak dulu. Yakni pada saat ponsel CDMA dan BlackBerry yang mewajibkan penggunanya memasukan atau menginjeksikan nomor untuk bisa menggunakan layanan seluler.



“Dulu pernah diterapkan di zaman CDMA dan BlackBerry dengan memasang chip kartu. Dulu istilahnya di-inject nomor untuk bisa dipakai untuk menikmati layanan operator. Teknologi itu kini diperkenalkan lagi dengan nama e-SIM, lebih canggih tentunya,” terang Merza.

Dengan e-SIM, Merza menyebut bahwa konsumen memiliki benefit. Sebagaimana diketahui, salah satu keunggulan e-SIM adalah fleksibilitasnya untuk digunakan pada banyak negara dan dapat dengan mudah tersambung ke operator lain di negara tersebut tanpa perlu mengganti kartu terlebih dahulu.

Untuk e-SIM Smartfren, pengguna iPhone terbaru yang sudah mendukung teknologi tersebut bisa menggunakan layanan tersebut dengan mendatangi gerai layanan Smartfren.