SMAN 8, Sekolah Pertama Bikin Solar Cell

HEMAT LISTRIK: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP (kanan) melihat solar cell didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Dr Saiful Rachman di SMAN 8 Malang kemarin (30/1).

MALANG KOTA – SMAN 8 tak hanya bikin bangga Kota Malang. Sekolah yang berada di Jalan Veteran 37 ini juga membanggakan Indonesia. Sebab, sekolah yang dipimpin Dr Moch. Sulthon MPd itu tercatat kali pertama membikin solar cell (pembangkit listrik tenaga surya) di Indonesia. Keberadaan solar cell dengan kapasitas 15,36 kWp (kilowatts peak) dan laboratorium tersebut diresmikan Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP kemarin (30/1).

Solar cell dan laboratorium tersebut merupakan program CSR (corporate social responsibility) dari Paiton Energy yang bekerja sama dengan Ibeka (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) yang disalurkan kepada SMAN 8 Malang.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir sempat ”bernostalgia”. Sebab, bagi mantan Rektor UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) tersebut, SMAN 8 menyimpan banyak memori di masa mudanya.

”Saya pernah magang di sekolah ini. Dulu di sini merupakan SMA terfavorit di Kota Malang,” ujar Muhadjir di hadapan para guru, siswa, dan ratusan tamu undangan.

Namun, ketika itu, SMAN 8 Malang masih merupakan PPSP (proyek perintis sekolah pembangunan). Muhadjir juga menjelaskan bahwa dulu ketika menjadi aktivis, dia sering meminjam gedung sekolah tersebut.



Oleh karena itu, dia ikut bangga ketika SMAN 8 Malang menjadi sekolah pertama di Indonesia yang memiliki solar cell agar menjadi sekolah percontohan. Sebab, keberadaan solar cell ini selain ramah lingkungan juga menekan biaya listrik. Di SMAN 8 misalnya, sebelumnya setiap bulan bayar listrik senilai Rp 6 juta. Namun setelah ada solar cell hanya akan membayar listrik Rp 3 juta.

”Mudah-mudahan dari adanya laboratorium ini (di SMAN 8)akan banyak periset dari sini untuk pengembangan Indonesia,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dia berharap agar sekolah lain mengikuti jejak SMAN 8. Dia menjelaskan bahwa kekuatan alumni sekolah harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab, pembangunan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) tersebut tak lepas dari inisiasi sebenarnya dilatarbelakangi alumnus SMAN 8 Malang yang telah sukses, yakni Nur Pamudji. Dia adalah mantan Direktur Utama PLN.

”Pasti kekuatan alumni ini sangat besar. Semakin lama sekolah itu berdiri, semakin banyak alumninya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Muhadjir mengungkapkan bahwa dia akan memberikan penghargaan khusus kepada alumni yang menyambungkan Paiton Energy dengan SMAN 8 Malang. ”Nur Pamudji akan saya beri penghargaan sebagai alumni percontohan,” ucapnya disambut tawa para hadirin.

Sementara itu, CFO & Finance Director Paiton Energy Syakib Bafagih juga menegaskan bahwa Nur Pamudji yang merupakan eks Direktur Utama PT PLN itu adalah yang menginisiasi program CSR tersebut. ”Ini ide dari Nur Pamudji,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa CSR yang dilakukan Paiton Energy dan Ibeka (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) tersebut memang difokuskan pada sekolah-sekolah di Indonesia.

”CSR memang kami fokuskan di bidang pendidikan. Kemudian kesehatan dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah),” imbuhnya.

Boleh dikata, surya cell dan laboratorium tersebut merupakan ”warisan” dari Kepala SMAN 8 Dr Moch. Sulthon MPd yang masa dinasnya tinggal hari ini (31/1).

”Saya sampai mengingatkan kepada Bapak Menteri (Muhadjir Effendy) jika saya sebentar lagi pensiun,” ujar Sulthon yang langsung disambut gelak tawa para guru dan siswa.

Dia menjelaskan bahwa sebenarnya SMAN 8 Malang tidak hanya memiliki surya cell dan laboratorium, tapi banyak hal yang dia programkan di sekolah itu.

”Jadi, sebenarnya tidak hanya itu, kami ada bank sampah serta taman hijau,” imbuhnya. Hal itu merupakan program yang dia gunakan untuk menumbuhkan cinta rasa lingkungan kepada para siswanya.

Menurut dia, semuanya bukan merupakan program yang dijalankan sendiri-sendiri. ”Jadi, semua edukasi ini harus bersifat holistik (menyeluruh),” ujar Sulthon.

Selain dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendy, peresmian kemarin juga dihadiri Wali Kota Malang Moch. Anton, CFO & Finance Director Paiton Energy Syakib Bafagih, Board of Trustee Ibeka Iskandar Kuntoaji, Rektor UM (Universitas Negeri Malang) Prof Dr H. Ah. Rofi’uddin MPd, Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman, dan Kadisdik Kota Malang Zubaidah.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono