SMAN 4 Pamekasan Raih Adiwiyata Nasional tanpa Verifikasi Lapangan Sinergi Jawa Pos

            Terpilihnya SMAN 4 Pamekasan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional cukup membanggakan. Prestasi ini merupakan satu-satunya yang diraih delegasi Kota Gerbang Salam di tingkat SMA/SMK/MA. Bahkan, untuk menentukan sebagai sekolah adiwiyata, panitia pusat tidak perlu melakukan verifikasi lapangan karena macro excel-nya telah sempurna.

Sejak 2013 sekolah ini sudah merintis sebagai sekolah adiwiyata. Hasilnya, pada 2014 dinobatkan sebagai Adiwiyata Kabupaten. Kemudian pada 2016 mendapat penghargaan yang sama di tingkat provinsi. Prestasi SMAN 4 Pamekasan berlanjut ke 2017 setelah dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

BERPRETASI: Kepala SMAN 4 Pamekasan Moh. Arifin, S.Pd., M.Pd. (kiri) menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional di Kementerian LHK, Jakarta, beberapa waktu lalu.
(ARIFIN FOR Radar Madura/JawaPos.com)

            ”Alhamdulillah, pada 2017 kami mendapatkan predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Ini berkat perjuangan dari semua warga sekolah,” kata Kepala SMAN 4 Pamekasan Moh. Arifin, S.Pd., M.Pd.



            SMAN 4 Pamekasan juga dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai satu-satunya SMA kewirausahaan di Madura. Tujuannya, sekolah tersebut melahirkan generasi yang memiliki karakter atau jiwa entrepreneur.

            ”Terpilih juga sebagai Sekolah Model yang menjadi percontohan untuk pemenuhan delapan standar dalam pendidikan. Mulai dari standar kelulusan, proses, sarpras, dan      sebagainya,” terang Moh. Arifin.

            Kesuksesan itu diraih karena sekolah tersebut telah menerapkan konsep ESD (education for sustainable development) atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan) secara komprehensif sesuai tiga pilar ESD. Yakni, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Juga, berperan dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas lingkungan melalui penerapan prinsip 5R. Yaitu, reuse, reduce, recycle, replace, dan replant. Baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

”Penyelenggaraan pendidikan bermutu berwawasan lingkungan hidup melalui inovasi pembelajaran, aksi change project siswa, membangun kemitraan, dan kegiatan pengimbasan ke beberapa sekolah telah kita lakukan. Tujuannya, membentuk peserta didik peduli dan bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan,” pungkasnya.

(mr/sin/han/bas/JPR)