SMA Muhammadiyah 1 Bebaskan Siswa Gunakan HP di Kelas

MALANG KOTA – Barangkali banyak sekolah yang melarang guru dan siswanya menggunakan handphone (HP) di kelas. Namun, berbeda dengan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Sekolah yang berada di Jalan Slamet Riyadi ini dengan bebas mengizinkan para guru dan siswanya menggunakan HP di dalam kelas.

HP tersebut bukan untuk membuka Facebook apalagi WhatsApp, tetapi khusus untuk menunjang proses pembelajaran. Menurut wakil kepala kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Drs Syamsul Derajat, diizikannya menggunakan HP bukan berarti bebas atau seenaknya memanfaatkannya. HP sengaja diperbolehkan digunakan hanya untuk menunjang proses belajar mengajar. ”Menurut saya, di zaman kemajuan teknologi seperti ini, justru aneh kalau siswa dan guru dilarang pakai HP,” ujarnya.

Pria yang menjabat sejak 2013 itu menyatakan, di sekolah ini sudah 2 tahun memanfaatkan HP dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui HP, siswa dapat mengakses modul pembelajaran yang sudah disusun oleh gurunya masing-masing secara online. ”Jadi, siswa aktif membaca, mengakses, hingga mengerjakan tugas dan modul secara online,” ujarnya.

Bagi guru, dia menyatakan, guru dapat menyusun modul pembelajaran dan mengacu pada banyak modul nasional. ”Artinya, materi dan bentuk tugas untuk siswa tidak terbatas. Yang pasti, tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku.” terang dia.


Syamsul menjelaskan, di kesehariannya, penggunaan HP hanya untuk proses tersebut. Tiap kelas disediakan kotak penyimpanan HP. ”Itu berarti, ketika sudah selesai mengakses modul dan materi lainnya, HP diwajibkan untuk dikumpulkan kembali di dalam kotak,” imbuhnya.

Dia menyampaikan, cara ini dinilai sangat efektif untuk diterapkan. Selain itu, kebijakan tersebut sebagai bentuk pemanfaatan teknologi secara bijak,” ujar Syamsul.

Dengan cara ini pula, menurut dia, pekerjaan rumah (PR) untuk siswa juga berkurang. Siswa juga tidak terbebani pikirannya meski diizinkan membawa HP.

Selain penggunaan HP di kelas, ada pula inovasi lain yang dirancang oleh sekolah. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala (waka) kesiswaan ini menyatakan, sekolah segera membuat program Buku Pojok Kelas (BPK). Yakni, menyediakan buku-buku bacaan untuk siswa di masing-masing sudut kelas. Mulai dari buku ilmu pengetahuan hingga fiksi. ”Harapannya, siswa terbiasa membaca buku,” ungkapnya.

Ada pula rapor online. Syamsul menyatakan, rapor online adalah rapor yang memberikan kemudahan bagi para guru, siswa, dan orang tua agar mengetahui perkembangan hasil belajar. Rapor online ini melalui aplikasi rancangan sekolah yang akan diterapkan di semester ini. ”Selama ini, sangat lama sekali dalam menyusun nilai rapor.

Melalui rapor online, nilai dapat diakses kapan saja oleh siswa dan orang tua. Bagi guru, juga lebih cepat dalam menabulasi nilai, begitu pula bagi para wali kelas,” pungkas Syamsul.  Dia pun menuturkan, nanti orang tua tetap hadir ke sekolah untuk konsultasi dan evaluasi hasil belajar saja.

Pewarta: Ermawati
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Indah Setyowati