Siswa SD Taman Harapan Donasikan Rp 4 Juta

MALANG KOTA – Apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai. Istilah ini benar-benar harus ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Konsep ini juga yang diajarkan SD Taman Harapan untuk 300 muridnya. Misalnya saja, kegiatan menyumbang bagi korban Lombok juga salah satu intisari dari pepatah lama tersebut. Jika ikhlas dalam menyumbang, esok hari akan menuai hasil dari kebaikan tersebut.

Kemarin (31/8), perwakilan siswa dan guru SD Taman Harapan bertandang ke kantor Jawa Pos Radar Malang. Endah Suprapti, salah satu pendamping, memang mengajak perwakilan dua siswa untuk merasakan prosesi menyumbang yang sesungguhnya. ”Selain merasakan serunya menyumbang, kami mengajarkan mereka tentang kepedulian itu tidak memandang agama dan ras,” ujar Endah. Selama ini, murid-muridnya memang mengamati terus-terusan perkembangan korban gempa Lombok. Mereka iba dan sering membicarakan nasib para korban gempa di kelas maupun di luar kelas.

Daripada hanya memandang iba saja, 300 murid ini lalu diajak mengumpulkan donasi bersama. Awalnya memang untuk para murid saja. Mereka menyumbang sekitar seribu, dua ribu, hingga lima ribu rupiah setiap harinya. Namanya juga anak-anak. Setelah pulang sekolah, mereka melaporkan kegiatan ini kepada orang tuanya. ”Barulah beberapa orang tua menyelipkan uang Rp 25 ribu–Rp 100 ribu kepada anaknya,” tambahnya lagi. Selama tiga hari, total sumbangan yang bisa dikumpulkan sebesar Rp 4 juta.  Pengumpulannya sangat singkat karena melihat kondisi para korban yang membutuhkan bantuan sesegera mungkin. Rencananya, kalau memungkinkan akan ada sumbangan tahap kedua. ”Kalau sebelumnya hanya murid, mungkin ke depan bisa para orang tuanya yang ikut menyumbang,” tutur wali kelas V ini.

Clevea, salah satu siswi, yang ikut menyumbang merasa senang bisa ikut menyerahkan bantuan ini ke kantor Jawa Pos Radar Malang. ”Karena ini pengalaman kali pertama buat saya untuk ikut pergi menyumbang,” ujar siswi kelas VI ini. Clevea senang kalau ada bantuan tahap kedua dari sekolahnya. Sebab, untuk bersikap peduli sudah diajarkan terus-terusan sejak kecil oleh sekolah dan orang tuanya.

Sementara ini, institusi pendidikan secara beruntun terus menyumbangkan bantuan mereka. Misalnya, MIN 1 Kota Malang, SMK Brantas, SMKN 4 Kota Malang, SMAN 6 Kota Malang, dan SD Insan Amanah. Tak perlu ada jeda hari, mereka berbondong-bondong memberikan bantuan lewat Radar Malang, khusus bagi  para korban gempa Lombok.

 

Pewarta: Sandra
Penyunting: Mardi Sampurno
Foto: Falahi Mubarok