Siswa SD Adu Kreasi dengan Rempah Nusantara

Kian maraknya makanan cepat saji tampaknya membuat sekolah ingin mengenalkan rempah-rempah khas nusantara. Kemarin (25/1) misalnya, siswa kelas V Sekolah Dasar Insan Terpadu (SDIT) Insan Harapan diperkenalkan dengan rempah-rempah khas nusantara.

MALANG KOTAKian maraknya makanan cepat saji tampaknya membuat sekolah ingin mengenalkan rempah-rempah khas nusantara. Kemarin (25/1) misalnya, siswa kelas V Sekolah Dasar Insan Terpadu (SDIT) Insan Permata diperkenalkan dengan rempah-rempah khas nusantara.

Total 89 siswa sekolah ini mengelilingi meja yang sudah tersedia berbagai macam rempah-rempah seperti akar alang, wijen, jahe, asam, temu kunci, pare, kayu manis, bawang bombai, daun sirih, lada, kunir, laos, paprika, cengkeh, dan lain-lain. Mereka belajar mengenai bermacam rempah-rempah itu secara langsung, tidak hanya melalui penjelasan teori dan gambar yang diajarkan di dalam kelas.

”Sebagian besar anak asing dan belum tahu benar jenis rempah-rempah. Beberapa anak bahkan tidak tahu beras itu dari mana. Ini juga kami prihatin. Maka dari itu, kami ingin memperkenalkan anak dengan alam secara langsung. Tidak semua itu instan,” ujar Khoirul Anam SSi, guru dan juga penanggung jawab kegiatan.

Menurut dia, tidak semua siswa bisa membedakan rempah-rempah. Dengan kegiatan ini, harapannya mereka bisa tahu dan membedakan rempah-rempah yang satu dengan yang lain. ”Mereka selama ini mungkin sering dengar (salah satu jenis rempah), tapi tidak tahu yang mana. Ada juga yang sering makan rawon tapi tidak tahu apa itu kluwek,” imbuh Darwanto SPdi, koordinator jenjang kelas V.

Tak hanya itu saja, sebelumnya, siswa-siswi sudah mengolah sendiri rempah-rempah di rumahnya. Kemudian, hasil olahannya dipamerkan. Ada yang membuat minuman dari kunyit, sambel pecel dari olahan kencur, ramuan obat batuk dari kencur, wedang jeruk nipis pereda batuk, minuman dari daun seledri, teh jinten, wedang jahe, kacang hijau jahe, teh tarik kapulaga, jus blimbing, mentimun serut santan, minuman daun sirih, air laos, dan masih banyak lagi.



Salah satu kelompok siswa yang terdiri dari Ummi Aiman, Aqilah Thoriq bin Juber, Mujahidatul Lathifah, Zulayka Alfi Syahrin, dan Hanifah Syahira Nazwar mendapat bagian mengolah kencur. Mereka mengolah kencur menjadi sambel pecel, dan ramuan obat batuk dari kencur. Mereka juga menyediakan masakan brokoli, irisan wortel, dan tahu untuk dicoba dengan sambal buatannya. Wartawan Radar Malang sempat mencobanya, dan rasanya memang enak.

”Kami membuatnya sendiri, dengan sedikit bantuan dari Mama. Silakan mencoba ramuan kencurnya. Ini berguna untuk mengobati batuk, diare, menghilangkan darah kotor, dan bisa juga untuk obat masuk angin,” terang Aqilah, salah satu anggota kelompok.

Ada juga yang membuat teh susu kapulaga yang berguna untuk mencerahkan kulit, menyehatkan gigi, menyehatkan jantung, antiketombe alami, dan mengobati asma. Selain itu, mentimun serut santan berguna untuk menjaga kesehatan ginjal, menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Di sana, terdapat 18 kelompok yang masing-masing memamerkan produk olahan mereka.

Pewarta : Nr4
Penyunting : Irham Thoriq
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Imarotul Izzah