Siswa Heterogen, SMAN Kota Malang Tetap Siap Cerdaskan Peserta Didik

KOTA MALANG – Sistem zonasi tidak hanya menjadi hal baru bagi wali murid namun juga menjadi tantangan bagi pendidik. Bagaimana tidak, tujuan dari sistem zonasi sendiri untuk memeratakan sistem pendidikan dan menghapus label favorit pada sekolah yang ada.

Kepala SMAN 4 Budi Prasetyo Utomo

“Oleh sebab itu kami harus selalu siap dengan kemungkinan yang ada. Memang sudah tugas dari pendidik untuk mencerdaskan peserta didiknya,” papar Kepala SMAN 4 Budi Prasetyo Utomo. Ia menambahkan, pihak SMAN 4 akan lebih extra memberikan pengawasan pada peserta didik karena keberagaman peserta didik pada sistem zonasi ini.

Disinggung terkait NUN peserta didik yang diterima di SMAN 4, Budi menerangkan peserta didik yang diterima pada SMAN 4 pemeringkatan NUN tertinggi pada nilai 386.50 dan nun terendah pada nilai 343.50 pada zona prestasi akademis.

“Kalau data NUN pada peserta didik di pemeringkatan zonasi masih belum selesai sehingga masih belum bisa kami beber,” ungkap Budi.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala SMAN 1 Malang Heru Wahyudi bahwa data nun pada peserta didik di pemeringkatan sistem zonasi masih dalam proses pemetaan. “Karena akan kami petakan antara NUN tinggi hingga terendah. Kelasnya pun tidak akan dibedakan agar bisa saling mendorong potensi pada perkembangan di kegiatan belajar mengajar.

Di SMAN 1 nun tertinggi pada zona prestasi akademi diraih dengan nilai 391.00 dan NUN terendah pada nilai 362.50. “Semoga dengan sistem zonasi ini banyak peserta didik yang lebih maju dan merata sehingga anak yang pintar juga ikut memajukan sekolah di daerahnya serta untuk anak yang kurang pintar bisa ikut metode belajar di sekolah yang bagus,” tukasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto : Choirul Anwar