Sistem Booking Online Bromo Beri Peluang Monopoli Travel Agent Besar

MALANG – Kebijakan baru yang dibuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) dirasa memberatkan penggiat jasa wisata tour yang sering mengangkut penumpang ke wilayah TNBTS.

“Saya sudah dengar, kalau menurut saya itu jelas sangat memberatkan kami sebagai penyedia jasa Tour Bromo, mengingat permintaan tour Bromo ini sangat tinggi dan tidak jarang klien kami pesan kursi dadakan,” keluh Heru, pemilik LYFII Trans.

Ya, per 1 Desember 2019 wisatawan yang ingin berwisata ke wilayah Gunung Bromo memang diharuskan membeli tiket secara online atau booking online.

Artinya, pengunjung yang menggunakan jasa travel agen dan sejenisnya wajib membeli tiket via online di website resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di www.bookingbromo.bromotenggersemeru.org.

Dengan booking online ini maka TNBTS tidak akan melayani pembelian tiket langsung di loket masuk. Booking online ini diperuntukan bagi pengunjung yang menggunakan travel agent, tour operator, ataupun event organizer.

Sistem booking online ini dinilai Satria Yana, pemilik Ngalam Paradise Tour akan jadi semacam monopoli dagang.

“Menurut saya, ini malah akan jadi monopoli dagang tiket seperti Traveloka, Tripcitera, dan lainnya,” tukasnya.

Menurutnya, belum tentu warga asli sekitar pintu masuk Bromo yang menggantungkan nasib dari sektor pariwisata dapat limpahan order dari pelaku bisnis online itu nantinya.

“Tapi ya kita lihat saja nanti keadaan di lapangan seperti apa dulu,” tutupnya.

Menurut pihak BBTNBTS penerapan skema booking online ini semata-mata dibuat untuk peningkatan kualitas sekaligus memudahkan pelayanan pengunjung wisata Bromo dan optimalisasi TNBTS.

Saat ini TNBTS masih melakukan tahap uji coba untuk memudahkan pelayanan pengunjung. Kebijakan ini dibuat dari hasil kesepakatan bersama saat rapat koordinasi yang diadakan BBTNBTS mengundang pelaku jasa wisata alam pada 4 Mei 2019 lalu.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: dok JPRM
Penyunting: Fia