Sisa Jenazah Tentara AS yang Gugur Pada Perang Korea Akhirnya Pulang | JawaPos.com

Sisa Jenazah Tentara AS yang Gugur Pada Perang Korea Akhirnya Pulang | JawaPos.com

JawaPos.com – Setelah enam puluh lima tahun Perang Korea berakhir pihak Korea Utara (Korut) akhirnya memulangkan sisa belasan jenazah tentara Amerika Serikat (AS) yang gugur dalam konflik brutal tersebut

Pemulangan belasan jenazah tentara AS yang gugur tersebut merupakan tanda dari langkah penting hasil dari kesepakatan pertemuan puncak Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump Juni lalu. Keduanya sepakat untuk memulangkan jenazah para korban yang gugur dalam perang.

Setelah pertemuan puncak itu Trump memuji Kim karena telah menepati janjinya. Wakil Presiden Mike Pence bertemu keluarga ketika jenazah tiba kembali di AS pada upacara di Hawai.

Setelah enam puluh lima tahun Perang Korea berakhir pihak Korea Utara (Korut) akhirnya memulangkan sisa belasan jenazah tentara Amerika Serikat (AS) yang gugur dalam konflik brutal tersebut (Reuters)

Peti jenazah yang membawa 55 jenazah disampirkan bendera biru putih PBB. Banyak negara yang turut terlibat dalam pertempuran dua Korea tersebut namun sebagian besar pasukan AS.

Lebih dari 35 ribu orang AS tewas di Semenanjung Korea selama perang 1950-1953. Sementara 7.700 tentara AS masih hilang dan sebagian besar dari mereka berada di Korut.

“Beberapa orang menyebut Perang Korea sebagai perang yang terlupakan. Tapi hari ini, kami membuktikan bahwa pahlawan ini tidak pernah dilupakan. Hari ini anak-anak kami pulang ke rumah.”

“Ayahku, Letnan Ed Pence bertempur dalam Perang Korea. Dia kembali dengan medali di dadanya. Tapi ayahku, telah pergi selama 30 tahun. Ia selalu mengatakan kepada kami bahwa pahlawan sebenarnya adalah orang-orang yang tidak bisa pulang,” kata Pence yang emosional seperti dilansir AFP.

Setelah sisa-sisa para jenazah kembali dipulangkan masih diperlukan jasa para ilmuwan dan sejarawan untuk membuat identifikasi akhir.
Direktur Analisis Ilmiah of Defense POW/MIA Accounting Agency (DPPA) yang memiliki laboratorium besar di Pearl Harbor mengatakan, temuan awal menunjukkan sisa-sisa kemungkinan orang AS lainnya.

(trz/JPC)