Sinergitas Malang Raya Mulai ”Jamah” Wisata

MALANG KOTA – Usai pertemuan tiga kepala daerah di Balai Kota Malang, 27 Agustus lalu, kini organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing daerah langsung menindaklanjutinya. Sinergitas Malang Raya di bidang pariwisata misalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah menyiapkan konsep untuk disinergikan bersama dua daerah lainnya, yakni Kota Malang dan Kabupaten Malang.

”Kami akan lakukan pertemuan lagi secepatnya. Maksimal awal bulan depan (Oktober),” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Imam Suryono, kemarin.

Seperti diberitakan, 27 Agustus lalu, digelar pertemuan tiga kepala daerah. Pertemuan bersejarah itu dihadiri Bupati Malang Rendra Kresna, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Masing-masing kepala daerah itu didampingi wakilnya, sekretaris daerah (sekda), dan jajaran kepala OPD. Dalam pertemuan tersebut, tiga kepala daerah juga menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menyinergikan kemajuan Malang Raya.

Masing-masing kepala daerah membawa konsep yang bisa disinergikan. Bupati Rendra Kresna misalnya, mengusulkan pembangunan Jalur Lingkar Luar (JLL), Sutiaji mewacanakan tol tengah kota, sedangkan Dewanti konsentrasi di bidang pariwisata. Dalam kesempatan itu, tiga kepala daerah juga berkomitmen akan menugaskan bawahannya untuk menindaklanjutinya.


Imam menambahkan, rencana pertemuan tiga kepala dinas tersebut bagian dari tindak lanjut MoU tiga pemda itu. Untuk itu, dia tidak mempermasalahkan pertemuan digelar di daerah mana saja. Termasuk jika digelar di Kota Malang atau Kabupaten Malang, pejabat eselon II-B Pemkot Batu itu tidak keberatan. ”Itu pertemuan untuk tiga kepala dinas,” kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya juga bakal membawa staf dinas saat rapat pertemuan nanti. Hal ini dilakukan agar program-program yang bisa dikerjasamakan bisa dibahas secara detail. ”Nanti juga akan mengajak kabid dan kasi di disparta. Biar lebih lengkap,” tambah mantan kabag Pemerintahan Kota Batu ini.

Hal yang sama juga dilakukan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni. Perempuan asal Bali itu akan mengajak stafnya saat berkoordinasi dengan Disparta Kota Batu maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang. ”Kami juga akan melakukan hal yang sama,” terang perempuan asal Bali ini.

Ida menegaskan, selama ini pihaknya sudah sering berkomunikasi dengan Pemkot Batu dan Pemkab Malang. Namun, kebanyakan pertemuan nonformal. ”Kalau pas ketemu di acara, kami juga sering ngobrol bareng,” imbuhnya.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Mahmudan