Simulasi Bencana, Libatkan 3.500 Orang

KOTA BATU Simulasi penanggulangan bencana berskala besar dilangsungkan di Balai Kota Among Tani kemarin (25/4). Petugas BPBD Kota Batu melibatkan tak kurang dari 3.500 orang. Mereka yang dilibatkan yakni aparatur sipil negara (ASN) dan warga. Dalam simulasi tersebut, digambarkan terjadi gempa bumi yang memorakporandakan Balai Kota Among Tani.

Kondisi itu membuat 3.000 pegawai Pemkot Batu yang berkantor di Balai Kota Among Tani semburat melarikan diri. Dalam kondisi panik, para pegawai dilatih menyelamatkan diri dengan teratur mengikuti jalur keselamatan yang sudah dibuat BPBD. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso ikut ambil bagian menjadi peserta simulasi.

Dalam satu kondisi, diibaratkan ada pegawai yang terjebak dalam gedung. Penyebabnya  karena akses jalan terputus, karena tertimbun bongkahan material. Pertolongan dari mobil surveyor PMK yang diikuti mobil tangganya pun dilakukan. ”Kami sudah membuat sistem kesiapsiagaan bencana ketika terjadi bencana. Kami ingin tahu apakah sistem itu berjalan dengan baik dan bagaimana keterampilan masing-masing petugas dari berbagai fungsi,” kata Kepala BPBD Kota Batu Sasmito.

Pascasimulasi, BPBD akan melakukan evaluasi apakah ada kekurangan dari sistem kesiapsiagaan yang ada di Balai Kota Among Tani. ”Sekilas, kita lihat tadi, durasinya agak panjang mencapai 38 hingga 40 menit penanganan. Biasanya dengan kondisi yang sama, situasi yang belum terkondisikan, butuh waktu kurang lebih 30 menit saja,” tambahnya.

Apresiasi khusus diberikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terhadap keseriusan BPBD dalam menyiapkan langkah kesiapsiagaan. ”Sayangnya masih ada ASN yang tidak sungguh-sungguh dalam simulasi ini. Kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan, mudah-mudahan kesiapsiagaan ini tetap terjaga,” kata Dewanti.



Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Miftahul Huda