Simak Baik Baik, 9 Pola Petaruh di Pilkada

-Sebelum bertaruh, para botoh sudah membaca peta kekuatan masing-masing pasangan calon (paslon) wali kota. Biasanya melihat dari hasil lembaga survei.

-Botoh lebih dulu berkomunikasi dengan para paslon untuk melakukan deal khusus.

-Botoh dan paslon biasanya membuat komitmen pemberian proyek dengan nilai tertentu jika calonnya terpilih.

-Ada pula paslon menjanjikan nilai nominal tertentu kepada botoh jika dia bisa menang di satu daerah yang dianggap minim dukungan.

-Setelah ada komitmen dengan paslon, botoh mencari lawan taruhan.



-Botoh biasanya justru tidak menjagokan paslon yang sudah komitmen tadi.

-Botoh berharap lawan taruhannya berusaha keras menang sehingga membeli suara dengan cara memberi uang kepada calon pemilih.

-Nominal taruhan botoh, jauh di bawah nilai komitmen dengan paslon. Misalkan komitmen dengan paslon dapat proyek Rp 10 miliar, botoh berani bertaruh hanya Rp 1 miliar.

-Kalau paslonnya yang menang, botoh tetap untung karena ada komitmen dapat proyek Rp 10 miliar. Jika paslonnya kalah, dia dapat uang Rp 1 miliar.

Sumber: Radar Malang