Silaturahmi Sastra, Dihangatkan Deklamasi Hingga Diskusi

KOTA MALANG – “Puisi tak membuatmu kaya, hanya membuatmu banyak teman”. Begitulah kiranya sepenggal puisi yang dibacakan oleh penyair kenamaan, Tengsoe Tjahjono dalam “Silaturahmi Sastra”, di News Cafe, Senin (18/3) malam.

Puisi yang diambil dari buku antologi puisi berjudul Felix Mencuci Piring karya Toengsoe bak menggambarkan suasana malam itu. Di bawah rintik hujan, Silaturahmi Sastra bertajuk ‘Inovasi Sastra Indonesia’ ini berlangsung santai dan hangat.

Deretan deklamasi puisi dari penyair muda, seperti Faris Naufal berjudul “Kabar Duka” dan Musawir yang membacakan puisi “Hujan Tak Pernah Salah” hingga “Melepas Ikatan” membuat audience larut dalam buaian sastra.

Dihadiri oleh masyarakat umum hingga pegiat sastra di Kota Malang, Silaturahmi Sastra ini tak melulu deklamasi dari sastrawan. Suasane semakin seru dengan adanya diskusi sejarah perkembangan sastra di zaman dulu hingga sekarang.

Menurut Guru Besar Universitas Negeri Malang, Djoko Saryono, ciri pokok sastra saat ini bukanlah sebuah orisinalitas. Melainkan kesejatian yang berlatar belakang dari kreatifitas dan inovasi.

“Dengan kesejatian, sastra terus berinovasi ada banyak perubahan yang selaras dengan perkembangan media,” katanya.

Ia menyontohkan, zaman dahulu sastra hanya identik dengan puisi. Namun kini sudah merambah hingga novel, bahkan sastra digital yang bersentuhan dengan internet dan aneka platform di media digital.

Sementara itu, penggagas cerpen tiga paragraf (pentigraf), Toengsoe Tjahjono yang turut hadir menjadi narasumber menyatakan, jika sastra merupakan bentuk komunikasi yang menarik. Terbuka dalam koridor estetika akan tetapi bisa dengan mudah untuk dipahami oleh pembaca.

“Seniman sastra berhasil menjawab tantangan zamannya. Mungkin saja karena masyarakat memang capek kalau terus bertemu dengan metafora yang berjenjang. Sehingga pengarang membangun jarak yang lebih dekat dengan penikmatnya lewat media sastranya masing-masing,” tandasnya.

Silaturahmi Sastra sendiri merupakan event yang digelar radarmalang.id. Event yang rencananya digelar bulanan itu merupakan salah satu upaya radarmalang.id sebagai media online mainstream untuk memberikan wadah bagi sastrawan untuk berekspresi dan bereksplorasi.

Pewarta : Feni Yusnia
Foto : Feni Yusnia
Penyunting : Fia