Sidang Vonis Kepala Satpol PP Kota Batu Digelar 13 Mei

Dedi Agus Oktavian, Kasi Intel Kejari Kota Batu

KOTA BATU – Sidang akhir putusan kasus korupsi yang dilakukan oleh Kepala Satpol PP Batu Robiq Yunianto telah ditetapkan oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

Robiq yang memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik sebelumnya resmi ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lowokwaru, Kota Malang. Penahanan itu dilakukan sejak Senin (1/4/2019). Kini, tanggal persidangan akhir telah diputuskan pada hari Senin, tanggal 13 Mei 2019 di Pengadilan Tipikor surabaya.

Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Deddy Agus Oktavian, membenarkan kabar tanggal persidangan akhir tersebut.

“Ya memang benar tanggal sidang putusan akhir sudah turun,” katanya. “Minggu depan dari sekarang (7/5/2019) ya berarti tanggal 13 Mei,” tuturnya.

Menurut dia, jaksa Kejaksaan Negeri Kota Batu telah menuntut Robiq Yunianto 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan subsider 6 bulan atas kasus korupsi gaji honorer satpol PP Batu. Honorarium hak personel Satpol PP itu diberikan atas kegiatan piket jaga yang dilaksanakan personel, anak buah terdakwa Robiq. Mereka bertugas piket jaga di Balai Kota Among Tani, gedung DPRD, rumah dinas Wali Kota Batu, dan rumah dinas Wakil Wali Kota Batu.

“Pelaku sudah beritikad baik dengan mengembalikan Rp 175 juta dari dugaan jumlah hasil korupsi yang sejumlah Rp 417 juta. Sisanya ya harus dikembalikan bagaimana pun caranya,” tegas Deddy. “Jika tidak, hukuman penjara akan tetap berlaku,” lanjutnya.

Tindakan yang dilakukan oleh Robiq telah melanggar pasal III UU no 31 tahun 1999 yang menyebutkan: setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Pewarta : Zulfa Izdihar
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Zulfa Izdihar