Sidang Paripurna di Tengah Prahara

MALANG KOTA – Suasana Sidang Paripurna Istimewa di gedung DPRD Kota Malang kemarin (16/8) berbeda dari biasanya. Jika dalam sidang paripurna pada umumnya masih terlihat suasana cair dan canda tawa para pejabat, kemarin tidak demikian. Para wakil rakyat dan sejumlah pejabat banyak yang tidak mengumbar senyum.

Selain itu, ada 10 kursi kosong. Sebab, kemarin ada  8 anggota dewan yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap kasus proyek Jembatan Kedungkandang. Kemudian, satu orang lagi naik haji dan mantan ketua DPRD M. Arief Wicaksono juga tidak hadir. Yang mana, kasus tersebut telah menyeret Arief Wicaksono dan mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono sebagai tersangka. Sehingga, pantas saja jika dalam Sidang Paripurna Istimewa kemarin, sejumlah anggota dewan dan pejabat pemerintah kota (pemkot) terlihat sedikit tegang.

Lalu, ke mana Pak Ketua (Arief Wicaksono)? Sekretaris DPRD Kota Malang Bambang Suharijadi menyatakan, memang tidak semua anggota dewan hadir. Ada 10 orang yang izin, dari total 45 anggota dewan. Namun, dia tidak tahu di mana Pak Ketua berada. ”Saya menerima surat izin dari 10 orang,” kata Bambang.

Dari pantauan koran ini, anggota dewan yang berhalangan hadir karena menjalani pemeriksaan oleh KPK adalah Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainudin (PKB), Ketua Komisi D Imam Fauzi (PKB), Ketua Badan Kehormatan Suprapto (PDI-P), Tri Yudiani (PDI-P), Ya’qud Ananda Ghudban (Hanura), Wiwik Hendri Astuti (Demokrat), Sulik Lestyowati (Demokrat), Syaiful Rusdi (PAN), serta M. Arief Wicaksono (PDIP). Kemudian, ada satu anggota DPRD Kota Malang yang menunaikan ibadah haji, yakni
Syaiful Rusdi (PAN).

Dalam sidang kemarin, Wali Kota Malang Moch. Anton yang sudah kembali ke Malang setelah diperiksa KPK di Jakarta terlihat langsung hadir pada Sidang Paripurna Istimewa di gedung DPRD Kota Malang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rahayu Sugiarti.

Sementara itu, pada rapat yang beragenda mendengarkan pidato kenegaraaan Presiden RI Joko Widodo ini berlangsung lancar. Para pejabat, anggota dewan, dan sejumlah tokoh yang hadir menyimak dari layar pidato. Di tengah rapat itu, juga terpantau anggota dewan dan tamu undangan yang sibuk dengan gawainya.

Meski demikian, Rahayu Sugiarti yang menjadi pemimpin sidang merasa biasa saja. Dia mengaku bukan pertama kali menjadi pemimpin sidang. ”Saya sudah berkali-kali seperti Sidang Paripurna Istimewa dalam peringatan HUT Kota Malang,” kata anggota dewan dari fraksi Partai Golkar itu.

Dia menyatakan, sidang kali ini berbeda. Sebab, banyak anggota dewan yang absen karena menjalani pemeriksaan KPK di Mapolres Malang Kota pada waktu yang bersamaan. ”Walau banyak yang tidak hadir, tapi sidang dengan agenda mendengarkan pidato Presiden RI tetap berlangsung lancar,” kata Rahayu.

Sejumlah pejabat yang ikut hadir, di antaranya Kapolres Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin, serta tamu undangan lainnya. Sesuai sidang, Rahayu memotong tumpeng nasi kuning yang diserahkan kepada Anton. ”Selamat Kota Malang, Jaya,” kata Rahayu.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Darmono