Sidak UNBK, Pemkot Soroti Sarpras SLB

KOTA BATU – Mulai Senin (22/4) lalu hingga Kamis (25/4) nanti, pelajar kelas VI SD dan kelas IX SMP se-Kota Batu melakoni ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Dari data yang diterima koran ini, tercatat ada 3.281 siswa SMP dan 3.124 siswa SD yang mengikutinya. Upaya monitoring pun terus dilakukan Pemkot Batu. Seperti tersaji kemarin (23/4), saat Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso meluangkan waktunya untuk mengecek pelaksanaan UNBK di sejumlah sekolah.

SMP Negeri 1 Batu dan SLB Negeri Batu menjadi tempat yang dikunjunginya. Pada kesempatan itu, Punjul juga memberi motivasi kepada pelajar agar tidak melakukan kecurangan dalam ujian. ”Sudah tidak ada kesempatan lagi untuk berbuat curang atau menyontek. Semua soal berbeda, harus yakin pada diri sendiri,” kata dia.

Saat mengunjungi SLB Negeri Batu di Kecamatan Bumiaji, Punjul turut menyoroti kelayakan sarana prasarana (sarpras) di sana. ”Diambilnya SLB untuk provinsi membuat sarpras menjadi kendala,” keluhnya. Dia berharap pemerintah provinsi punya regulasi khusus yang mengatur operasional maupun mobilitas SLB.

Sebab, saat ini dia mengaku bila pihaknya sulit memberi bantuan karena terkendala regulasi tersebut. ”Hanya Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) saja yang diberikan. Namun, anak-anak ini mau sekolah saja alhamdulillah meski nggak ada sarpras,” sambung Punjul.

Total ada 9 siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian nasional di SLB Negeri Batu. Pendampingan dari orang tua tampak diberikan. Seperti dilakukan oleh Erli Desmawati, salah satu wali murid di sana. ”Kalau mengajari kadang harus nunggu mood yang bagus. Tidak bisa besok ujian terus malamnya belajar. Harus jauh-jauh hari,” terang dia menjelaskan proses mengajari anaknya.



Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Mochamad Sadheli