Sidak Pasar, Soroti Pemanfaatan Sarpras

KOTA BATU – Mengikuti jejak anggota satgas pangan, kemarin (17/5) sejumlah anggota DPRD Kota Batu turut memantau harga bahan kebutuhan di pasaran. Inspeksi mendadak (sidak) pun kembali dilakukan di Pasar Batu. Secara keseluruhan, harga yang ada dalam pelaporan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) dan Dinas Ketahanan Pangan (Disketpang) Kota Batu tidak terlalu jauh dengan kondisi di lapangan. ”Selisih mungkin hanya Rp 500–Rp 1.000, itu masih dalam taraf normal,” terang Ketua Komisi A DPRD Kota Batu Sudiyono.

Tak ketinggalan, harga bawang putih yang sempat melambung sebelumnya juga turut mereka survei. ”Sebelum impor, pedagang bilang harga bawang putih di atas Rp 50 ribu, sekarang terpantau sudah sampai Rp 20 ribu per kilogram, bahkan bisa turun lagi,” tambah Sudiyono. Selain memantau harga, beberapa fasilitas di Pasar Batu juga turut dipantau anggota dewan. Salah satu yang diperhatikan yakni lahan di belakang pasar.

”Luasnya hampir 2.000 meter persegi, sayangnya tanah di belakang pasar masih belum dimaksimalkan,” ungkapnya. ”Minimal dikasih pembatas biar semua tahu kalau ada aset-aset pemerintah dan tidak digunakan secara ilegal,” paparnya. Dalam agenda sidak tersebut, anggota dewan juga berharap ada percepatan pembangunan pasar tahap kedua.

”Agar Pasar Batu ini tidak kalah dengan pasar lain seperti Karangploso atau Pujon. Apalagi lahannya lebih luas dari dua pasar itu,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Diskumdag Kota Batu Eko Suhartono mengakui bila langkah pemanfaatan lahan di belakang pasar belum maksimal.

”Ada sekitar 20×96 meter lahan yang terbengkalai di belakang pasar,” terang dia. Agar bisa dimanfaatkan, dia mengaku harus berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu terlebih dahulu. ”Setahu saya itu milik pemerintah, tapi cek dulu biar tidak ada perselisihan,” paparnya.



Pewarta : Mochamad Sadheli
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya
Fotografer : Mochamad Sadheli