Siasat Arema FC di Laga Klasik

Pemain Arema FC Hendro Siswanto (kaus putih) berduel dengan pemain Perseru Serui Rabu malam (6/6).

MALANG – Jebloknya prestasi Arema FC rupanya berbanding lurus dengan jumlah suporter yang datang ke stadion. Dari total 6 laga kandang yang digelar, rata-rata penontonnya tidak sampai 11 ribu orang. Hal ini lebih sedikit dibandingkan musim 2017 lalu yang masih berkisar di angka 12.000-an orang.

Namun, pihak manajemen Arema FC tampaknya masih merasa optimistis terhadap jumlah penonton yang bakal naik pasca-Lebaran dan pada putaran kedua mendatang. General Manager Arema FC Ruddy Widodo menganalisis bahwa turunnya tingkat penonton pada laga kandang karena banyak digelar saat Ramadan.

”Dengan segala hormat, saat itu Stadion Gajayana tidak dipilih karena mungkin plusnya (sisi baik) hanya satu,” ujar Ruddy.

Ya, sisi baik dari stadion tertua di Indonesia tersebut hanya pada sisi kedekatannya saja. Namun untuk semua fasilitas mulai dari rumput, lampu, dan berbagai perlengkapannya, Stadion Kanjuruhan lebih unggul dan lebih layak menggelar pertandingan.

”Intinya, untuk musim ini kami masih optimistislah,” imbuh manajer asal Madiun tersebut.



Memang, turunnya tingkat suporter tersebut sebenarnya tidak hanya karena aspek bulan puasa, di mana banyak pertandingan digelar saat malam hari. Tapi, aspek sanksi dari Komdis PSSI yang mewajibkan panpel Arema mengosongkan seluruh tribun timur (bawah papan skor) pada dua laga kandang Arema FC, yakni ketika menjamu Persipura Jayapura dan PSM Makassar.

Untuk diketahui, sanksi dari Komdis PSSI tersebut turun karena Aremania yang membuat rusuh ketika laga melawan Persib Bandung yang berujung pada denda total Rp 300 juta dan pengosongan tribun timur sebanyak dua kali laga kandang.

Semangat pihak manajemen menyongsong laga-laga kandang berikutnya karena masih banyak laga big match (partai besar).

”Tentu saya masih optimistis karena akan ada banyak partai besar seperti melawan Persebaya Surabaya maupun Persija Jakarta,” terang bapak dua anak itu.

Dia menuturkan, masih ada beberapa laga klasik juga seperti ketika laga melawan PSMS Medan maupun laga melawan Borneo FC yang bertepatan dengan hari ulang tahun Arema.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono