Siapkan Kejutan di Runway MFM 2019

MALANG KOTA – Ajang Radar Malang Model Search yang dihelat di Teras Komika Café kemarin (24/3) telah memunculkan 30 peserta terbaik. Mereka inilah yang ikut tampil memamerkan karya para desainer di event Malang Fashion Movement (MFM) 2019 di MOG pada 9–10 April. Mereka terpilih sebagai finalis setelah menyisihkan ratusan peserta lainnya.

Dari 30 finalis Radar Malang Model Search ini nanti bakal dipilih tiga juara terbaik. Tak hanya mendapatkan hadiah uang pembinaan dan sertifikat, para jawara juga akan berkesempatan menjadi ikon MFM pada 2020. ”Jadi, di MFM 2020, kami memberikan kesempatan para jawara Radar Malang Model Search untuk menjadi face icon-nya,” tegas salah satu tim koreografer Front Row Management Archeady.

Sementara itu, ketua juri Radar Malang Model Search June Wendy menyatakan, ada beberapa kriteria yang dinilai di ajang ini. Di antaranya, hal-hal detail yang sesuai dengan harapan desainer. ”Seperti tinggi badan, skill runway, dan ekspresi para model,” papar Wendy.

Dia juga menyatakan, Radar Malang Model Search ini sejatinya sebagai ajang untuk menggali potensi model umum. Artinya, peserta didominasi model yang belum pernah mengikuti agency maupun sekolah model.

Jadi, bakat mereka (para model) bisa tersalurkan. ”Karena dibuka untuk umum dan gratis, peminatnya saya lihat cukup banyak sih. Bahkan yang dari luar kota juga banyak,” tegas pria berkacamata itu.

Wendy berharap, event MFM 2019 akan menjadi inspirasi untuk industri kreatif di Kota Malang agar semakin berkembang. ”Event ini secara nggak langsung sudah menjadi trend fashion di Malang ya. Selain pionir juga jadi gebrakan untuk mengembangkan acara serupa lainnya dari segi fashion tentunya,” tutup pria yang juga menjadi model profesional tersebut.

Di sisi lain, pada waktu yang sama tapi beda lokasi, fitting para desainer dengan model pun sudah dilakukan. Seperti yang terlihat di The 1O1 Malang OJ Hotel, beberapa desainer dan lebih dari 50 model tampak antusias serta sibuk fitting gaun.  ”Fitting-nya sendiri lebih crowded (sibuk) karena melibatkan banyak desainer dari tahun lalu,” ujar Agoeng Soedir Poetra, koreografer MFM 2019.

Koreografer kenamaan di Malang ini menyatakan, persiapan event fashion yang menjadi salah satu barometer mode di Indonesia tersebut telah mencapai 85 persen. ”Ada banyak kejutan di MFM 2019. Semisal, ada tambahan koreografinya,” kata pria berusia 53 tahun ini.

Di ajang MFM 2019, slot atau sesi fashion show tidak lagi dua slot, tapi enam  slot. Hal itu karena partisipasi desainer dari berbagai daerah di Indonesia di ajang ini juga bertambah. Project Officer MFM 2019 Belinda Ameliyah merinci, enam slot tersebut siap ditampilkan selama dua hari. ”Fashion Parade Show-nya nanti nggak cuma pakaian yang bernuansa glamor dan mewah. Semua ragam busana ditampilkan di MFM 2019,” kata perempuan yang juga desainer ini.

Untuk hari pertama misalnya, nantinya diisi slot Radar Malang Model Search Featuring, Modest Attire Featuring, hingga Culture Festive Featuring. ”Lalu slot hari kedua, ada Gen Z Code Featuring, Casual Modista Featuring, dan Elegant Indigeneous,” papar Belinda.

Sementara di MFM 2019 sendiri, Belinda menyatakan, ada Fashion Exhibiton yang akan diikuti antara 15–20 desainer. ”Persiapan panggung dan arena sudah kami kondisikan. Fashion installation-nya juga kami buat dengan sentuhan futuristik,” tambah perempuan yang juga pembina Duta Hijab Radar Malang ini.

Secara khusus, Belinda menyatakan bakal ada satu artis pemeran film  Dilan yang akan menjadi model MFM 2019. ”Siapa dia, itu bakal terjawab di MFM 2019,” pungkasnya.

Pewarta               : Binti Faktur, Sandra Desi
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Ahmad Yani
Fotografer          : Rubianto