Siapa Sangka, Dua Wahana di JTP Ini Bisa Bikin Pecandu Narkoba Taubat

KOTA BATU – Pemandangan tak biasa terlihat di Jatimpark 2, terdapat 3 pemuda dan 2 diantaranya terlihat usai melakukan sujud dan berdoa di depan wahana Octopus dan Rumah Kera di Jatimpark 2. Tak hanya itu saja, 2 pemuda itu juga berpakaian religius dengan menggunakan gamis serta sarung lengkap dengan pecinya.

Ketika dikonfirmasi oleh radarmalang.id, pemuda yang bernama Fahruz Tamam, 28 tahun dan Imam Sayudi, 30 tahun berasal dari Dusun Samatan Kecamatan Propo Kota Pamekasan. Mereka berhasil berhenti dari kecanduan ganja setelah menaiki wahana Octopus dan Rumah Kera. Hal ini dijelaskan oleh Muhammad Ali, 30 tahun yang mendampingi 2 pemuda yang berdoa tersebut.

“Sekitar 4 tahun yang lalu mereka kecanduan ganja. Tapi keduanya kapok setelah saya ajak naik wahana ini,” jelas Ali sambil terkekeh. Ia juga menerangkan cukup bersyukur dengan kejadian itu keduanya bisa bertaubat.

Hal ini dibenarkan oleh Fahrus, ia dan Imam dijanjikan oleh Ali membeli ganja asal Brazil. “Saya dan Imam pun mengumpulkan uang Rp 1 Juta untuk membelinya,” ungkap Fahruz.

Ketika uang telah terkumpul, Imam dan Fahrus menyerahkan uang tersebut ke Ali. Keduanya tetap tidak merasa curiga ketika sampai di Jatimpark 2 karena keduanya sedang dalam pengaruh ganja.

“Ali beralasan harus naik wahana Octopus dan Rumah Kera untuk menghilangkan efek ganja karena yang akan ditemuinya adalah seorang intel polisi,” terang Fahruz. Namun ketika dirinya dan Imam telah naik kedua wahana tersebut, keduanya sepakat untuk membatalkan untuk membeli barang haram tersebut.

Menurut Fahruz dan Imam, pasca menaiki kedua wahana tersebut mereka merasakan dunia seakan kiamat. Bahkan hingga turun dari wahanapun dunia yang dilihat dari Fahrus dan Imam masih berputar hingga harus menginap satu malam di salah satu hotel di Kota Batu.

“Baru setelah keesokan harinya Ali menjelaskan bahwa dirinya berbohong dan memang berniat mengajak kami ke sini,” tambah Imam. Dari sana dirinya dan Fahrus merasakan dosa dan membayangkan seperti apa ketika dunia kiamat nanti.

Oleh sebab itu setiap dua tahun sekali Imam dan Fahruz selalu mengajak Ali untuk ke Jatimpark 2 dan mengenang masa kelamnya. “Alhamdulillah sekarang kami berdua berhenti total dan mondok di daerah kami,” tukas Imam.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Penyunting: Fia