Siapa Pemenang Lomba Kreasi Klapa Jadi Apa di Malang Tempo Doeloe? Cek Disini

MALANG KOTA – Setelah sempat beberapa tahun vakum, Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) akhirnya hadir di tahun 2017. Namun kali ini Malang Tempo Doeloe (MTD) membidik tema ‘Klapa Jadi Apa’.

Lewat MTD ini kita akan melihat betapa pentingnya filosofi Kelapa, aktivitas memarut dan memeras kelapa secara bersama-sama akan dilakukan serentak di Malang Tempo Doeloe (MTD).

Pengagas Malang Tempo Doeloe (MTD) Dwi Cahyono menjelaskan makna dari ‘Klapa Jadi Apa’ ini adalah upaya untuk konservasi mengenalkan kembali ke generasi muda cara memasak kelapa secara tradisional.

Sementara itu, tadi malam juga diumumkan para pemenang dari berbagai kategori di MTD. Untuk kategori lomba kreasi Klapa Jadi Apa untuk peserta umum, Juara I diraih stan nomor 103 dari SMA Laboratorium UM. Untuk juara II direbut stan nomor 187 dari Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, dan juara III diraih stan nomor 114 dari SMKN 10.

Lalu, untuk kategori stan terbaik, Juara I yaitu stan nomor 127 dari SMK Kartika, Juara II (stan nomor 160 dari Grand Cakra Hotel), dan Juara III-nya stan 153 dari SMK Farmasi.

Sedangkan untuk kategori lomba kreasi Klapa Jadi Apa khusus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Juaranya adalah stan nomor 157 dari Hotel Savana. Kemudian untuk Juara favorit diraih stan nomor  64 dari SMK Cor Jesu.

Sementara itu, dalam MTD kemarin dipadati ratusan ribu peserta mulai dari pagi hingga malam hari. Sampai-sampai panitia kewalahan menertibkan pengunjung yang tidak memakai pakaian khas tempo dulu.

”Sebenarnya pengunjung diharapkan memakai pakaian tempo dulu. Tapi, karena jumlah pengunjung yang datang sangat banyak, panitia pun kewalahan,” ujar Achmad Supriadi, ketua panitia MTD yang juga kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang itu.

Menurut dia, untuk MTD mendatang, panitia akan menggelar dengan tema yang berbeda, tapi tetap mengacu pada pembelajaran sejarah. ”Kami akan tetap menggandeng Dwi Cahyono, ketua Yayasan Inggil selaku pemilik hak paten MTD. Beliau itu orangnya inovatif,” terang dia.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono