Siap Perkuat Komitmen Sinergitas Bersama

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang telah bersepakat menjalin sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berdampak positif kepada seluruh lapisan masyarakat. Kesepakatan sinergitas itu digagas bersama antarkepala daerah beberapa waktu lalu.

Ada beberapa isu strategis yang dibahas berkaitan dengan sinergitas tersebut. Mulai dari isu kemacetan, layanan publik, hingga pariwisata. Hal ini penting, agar dua kawasan ini bisa bersinergi dalam memecahkan permasalahan bersama yang kerap menjadi aduan masyarakat. Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, ada beberapa poin penting yang harus dibahas pasca adanya memorandum of understanding (MoU) tersebut. Tindak lanjut perlu dilakukan dalam upaya merealisasi apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Tentu setelah MoU harus ada tindak lanjut karena ini bukti konkret bahwa Pemkot Malang sudah sepakat menangani berbagai isu penting yang kerap menjadi masalah bersama.  ”Nah, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial, namun harus dengan menggandeng dua daerah tersebut,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa kemarin (27/11).

Isu penting pertama yang menjadi perhatian bersama adalah masalah kemacetan. Daya tarik kota/kabupaten, pertumbuhan penduduk, serta perilaku mobilitas penduduk mendorong naiknya jumlah kendaraan setiap tahunnya. Akibatnya, kemacetan tidak dapat terhindarkan dan sering kali terjadi pada pintu masuk Kota Malang dan berimbas pada dunia bisnis, wisata, lingkungan, dan sebagainya. ”Karena itu, perlu adanya jalan lingkar dan jalan tembus serta bagaimana menciptakan transportasi masal bersama. Termasuk bagaimana kita harus mengantisipasi tol Malang-Pandaan. Solusi ini membutuhkan sinergi antartiga daerah,” bebernya.

Isu lain yang menarik dibahas adalah perihal penataan ruang kawasan perbatasan dan penataan batas wilayah. Menurut Sutiaji, pembahasan bersama ini sangat penting agar ada sinergi tata ruang sehingga perkembangan di wilayah administratif, khususnya kawasan perbatasan, bisa dikelola dan tidak saling melemahkan. ”Isu lingkungan hidup dan sampah juga kita bahas, karena hal ini sangat berkaitan sekali dengan masyarakat,” tandasnya. Sinergi pengembangan pariwisata, Sutiaji melanjutkan, juga menjadi isu yang cukup strategis untuk dibahas antartiga daerah, sehingga pengembangannya bisa berimbas pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Branding pariwisata bersama termasuk peningkatan sumber daya yang ada di dalamnya perlu didorong bersama, termasuk bagaimana pengembangan infrastruktur strategis pariwisata seperti bandara internasional,” ujarnya. Bukan itu saja, permasalahan pengembangan ekonomi kerakyatan membutuhkan sinergitas antardaerah tersebut. Menurut Wali Kota Malang, pengembangan ekonomi kreatif, industri kecil menengah perlu ada program bersama dalam upaya peningkatannya. ”Pengembangan kapasitas sumber daya manusia, proses produksi, hingga pemasaran sangat relevan,” imbuhnya.



Memasuki era Smart City, layanan publik juga kerap menjadi perhatian bersama. Menciptakan layanan publik pada derajat prima dengan mengkaji upaya inovatif perlu dilakukan. ”Perlu membuka layanan dasar misalnya pendidikan, kesehatan, dan kependudukan bagi masyarakat di Kota Malang dan Kabupaten Malang, sehingga perlu ada dukungan bersama,” kata Wali Kota Malang Sutiaji. Karena itu, Sutiaji berharap, pasca adanya MoU harus ada tindak lanjut bersama seperti penyusunan road map sinergi berbasis urusan daerah, pembahasan teknis pada tingkat sekda, dan antarkepala daerah, termasuk bagaimana konsultasi bersama kepada kementerian, terkait berbagai isu yang dibahas.

Pewarta: *
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Mardi Sampurno