Siaga Bencana, Relawan ACT-MRI Malang Gelar Pelatihan Water Rescue

TAJINAN – Hasil dari pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, disebutkan ada 22 daerah yang berpotensi diterjang banjir karena luapan sungai Bengawan Solo dan sungai Brantas.

Bahkan, karena tingginya potensi bencana itu pemerintah provinsi Jawa Timur telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sejak 16 Desember 2019 hingga 150 hari ke depan.

Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam itu, Relawan ACT MRI Malang mengadakan latihan full day trainning Water Rescue.

Sebanyak 20 relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dari Malang telah berkumpul di Sumber Jenon, Tajinan, Kabupaten Malang, pada Selasa (11/2) pagi.

Mereka hadir untuk mengikuti pelatihan penyelamatan di air. Pelatihan ini digelar oleh tim Disaster Emergency And Recovery Management – Aksi Cepat Tanggap (DERM-ACT).

Latihannya meliputi materi dasar penyelamatan, pengenalan dan kegunaan alat pelindung diri, serta alat penyelamatan di air, seperti perahu karet dan dayung.

“Pelatihan ini menjadi salah satu penguatan dan postensi untuk tim daerah dalam keahlian penyelamatan di air. Kami berharap, para relawan daerah mempunyai tim yang mampu melakukan penyelamatan di air,” ujar pemandu latihan, Lukman.

Humanity Program Iqrok Wahyu Perdana mensupport kegiatan ini sebagai salah satu langkah penguatan relawan basis daerah untuk kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Kami berikhtiar, insyaallah pelatihan ini tidak hanya sekali dilakukan dan basic dari water rescue. Ke depan, Kami berharap bisa melakukan pelatihan secara bertahap, agar relawan siap dan terlatih saat terjun ke lapangan,” kata Iqrok.

Harapannya ini adalah momen yang merupakan salah satu dari serangkaian agenda upgrading relawan agar lebih terlatih. meskipun potensi banjir di Malang tidak besar, kesiapsiagaan tetap harus ditingkatkan.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: ACT Malang
Penyunting: Fia