Si Cantik Tsamara Komentari Penunjukan Iwan Bule, Begini Katanya

Iwan Bule

RADAR MALANG ONLINE – Pengangkatan Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Komjen Pol Mochamad Iriawan masih menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Tak sedikit dari masyarakat luas yang menyesalkan keputusan ini.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany mengatakan segala penolakan dari masyarakat atas keputusan ini terbilang wajar. Sebab, publik akan mengkhawatirkan terjadinya dwifungsi Polri maupun TNI.

“Penempatan Perwira Polri aktif sebagai Plt kepala daerah mengingatkan publik mengenai Dwifungsi ABRI. Jadi, wajar saja ada kekhawatiran (pengangkatan M Iriawan),” ujar Tsamara melalui keterangan tertulisnya, Rabu (20/6).

Ketua DPP PSI, Tsamara Amany (Derry Ridwansyah/RADAR MALANG ONLINE)

Perempuan cantik asal Jakarta itu menganggap proses pengambilan kebijakan tanpa transparansi juga akan memancing kecurigaan publik. Dia meminta pemerintah mau mengakomodir opini publik.

“Kemendagri harus serius mendengarkan publik,” lanjutnya.

Di sisi lain, Tsamara menilai Kemendagri maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mempunya stok banya birokrat sipil kompeten. Sehingga tidak perlu melibatkan anggota Polri atau TNI untuk mengemban tugas itu.

“Pemprov Jawa Barat dan Kemendagri tidak kekurangan birokrat kompeten untuk menduduki jabatan Plt. Saya yakin banyak birokrat yang punya performa baik dan layak diberi kepercayaan menjadi Plt. Apalagi birokrat lebih memahami administrasi pemerintahan daerah.” imbuhnya.

Lebih lanjut Tsamara menilai penunjukan Pj Gubernur dari kalangan birokrat akam berdampak baik bagi keberlangsungan sisitem perpolitikan.

Sebab mereka-mereka yang memiliki prestasi bagus saat menjadi birokrat akan merasa mendapat penghargaan dari negara, kemudian termotivasi untuk terus berkembang.

“Prinsip meritokrasi harus dikedepankan. Jangan sampai nanti birokrat merasa ‘Ah, kerja bagus atau tidak bagus, toh tidak diapresiasi’. Karena itu, Kemendagri harus mengevaluasi kebijakan ini,” terangnya.

Meski demikian perempuan 21 tahun itu mengaku tak meragukan profesionalisme Iwan Bule sapaan akrab Iriawan. Namun ia berpendapat jika yang bersangkutan lebih baik fokus pada jabatannya sebagai Sestama Lemhanas.

“Pak Iriawan tentu saja warga negara yang baik dan juga polisi yang professional. Namun beliau masih perwira aktif kepolisian, maka ada baiknya beliau tetap fokus pada tugasnya sebagai Sekretaris Utama Lemhanas yang tidak kalah pentingnya,” pungkas Tsamara.

(sat/JPC)