Si Brilian Masuk Nominasi Nasional

KEPANJEN – Terobosan Pemerintah Kabupaten Malang yang mengintegrasikan teknologi informasi bidang pertanian mulai diapresiasi pemerintah pusat. Lewat aplikasi yang dinamakan Si Brilian (Sistem Informasi Brigade Perlindungan Tanaman Pangan), pemantauan di lapangan jadi lebih mudah dan efisien. Sebab, petugas bisa berinteraksi langsung dengan petani secara real time.

Pemanfaatan aplikasi yang bisa diunduh secara gratis di smartphone itu masuk dalam penilaian tim dari Dirjen Kementerian Pertanian yang mendatangi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang. ”Verifikasi ini bagian dari penilaian untuk penghargaan Abdi Bhakti Tani 2017,” terang Nanang Suryana, salah seorang anggota tim verifikasi dari Ditjen Kementerian Pertanian.

Dia menyatakan, di Jawa Timur, selain Kabupaten Malang, ada Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Blitar yang masuk daftar penilaian. ”Nanti di bulan Oktober masuk tahap presentasi,” sambung Nanang.

Sementara itu, Kepala DTPHP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid optimistis terobosan pemanfaatan teknologi informasi di bidang pertanian tersebut bakal mendapatkan poin lebih. ”Terobosan di daerah lainnya hanya berkutat pada masalah produksi saja,” terangnya.

Lantas, seperti apa cara kerja aplikasi Si Brilian buatannya? Menurut Nasri, aplikasi itu dibuat untuk menampung keluhan dan laporan para petani. Dengan aplikasi gratis itu, petani bisa menyampaikan semua keluhannya secara real time.

Saat ini, aplikasi itu sudah digunakan oleh seluruh petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Pangan (POPT) yang tersebar di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. ”Jika ada laporan adanya serangan hama, satu unit kendaraan operasional khusus ditambah lima petugas siap menindaklanjuti keluhan petani,” bebernya.

Dia mengakui, aplikasi tersebut masih bisa dikembangkan lagi agar hasilnya lebih optimal. Sehingga, pemanfaatan tekonologi informasi tersebut nantinya bisa segera dimanfaatkan para tani. ”Baru setelah itu bisa digunakan oleh para penyuluh yang bisa langsung berhubungan dengan petani secara real time,” tutup Nasri.

Pewarta: Bayu Mulya
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Mulya