Setya Novanto Mulai Ditinggal Orang Terdekat, Nih Buktinya

Misalnya, Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Partai Golkar, Roem Kono mengaku sudah mendukung Airlangga Hartarto untuk mengantikan Setya Novanto.

Roem Kono diketahui adalah orang yang selama ini dikenal dekat dengan mantan pria tertampan se-Surabaya ini. Bahkan di setiap kesempatan, ada Setya Novanto maka ada Roem Kono.

“Pak Airlangga adalah yang terbaik dan punya kapasitas,” ujar Roem saat dihubungi, Kamis (30/11).

Menurut Roem, sikapnya mendukung Airlangga untuk menyelamatkan Partai Golkar. Terlebih sudah adanya dukungan dari para ketua DPD I Partai Golkar.

“Sekarang persoalannya untuk mencari yang terbaik,” katanya.

Oleh sebab itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR ini berharap koleganya bisa terus berdoa kepada Allah agar dimudahkan persoalan hukum yang sedang dihadapinya saat ini.

“Saya berharap tabah dan banyak bertawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi ini,” ungkapnya.

Roem menambahkan memang saat ini yang dihadapi Setya Novanto adalah persoalan berat karena tersandung kasus e-KTP, namun persoalan hukum tetap harus dijalani Setya Novanto.

“Berharap perjalanan Pak Novanto ini dalam menghadapi kasusnya diberikan kemudahan dan diberikan keringanan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Setya Novanto telah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Setya Novanto selaku anggota DPR periode 2009-2014, bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Dirjen Dukcapil, dan Sugiharto sebagai pejabat di lingkup Kementerian Dalam Negeri, diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau koorporasi, menyalahgunakan wewenang atau jabatan yang ada padanya saat itu.

Sehingga diduga merugikan perekonomian negara sejumlah Rp 2,3 triliun dengan nilai paket pengadaan Rp 5,9 triliun dalam pengadaan paket KTP elektronik 2011-2012 pada Kemendagri.

Atas dasar itu, Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.


(cr2/ce1/JPC)