Setia, Renata Kusmanto Janji Selalu Dampingi Fachri Albar

Renata Kusmanto

JawaPos.com – Model cantik Renata Kusmanto nampak hadir dalam sidang perdana kasus dugaan penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa Fachri Albar, yang merupakan ayah dari dua anaknya, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (15/5).

Namun, bukan kali ini saja Renata terlihat mendampingi Fachri di masa sulitnya. Saat pemain film Pengabdi Setan ini dilimpahkan tahap dua, Renata juga mendampingi. Bahkan, dia menjadi penjamin agar Fachri bisa menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Meskipun, dilarang bertemu.

Menurut kuasa hukum Fachri, Sandy Arifin, Renata akan selalu mendampingi kliennya saat harus menjalani proses persidangan hingga majelis hakim menjatuhkan hukuman.

Renata Kusmanto setia mendampingi Fachri Albar menghadapi sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/5). (Yuliani NN/JawaPos.com)

“Dapat info, Mba Renata setiap persidangan akan selalu mendampingi,” kata Sandy Arifin, Selasa (15/5). 



Renata pun nampak gugup dalam sidang perdana penyalahgunaan narkotika yang menjerat suaminya. Matanya berkaca-kaca dan memeras jari-jarinya. Usai sidang, dia pun mengungkap perasaannya.

“Iya gitu aja sih (perasaannya), semoga lebih baik semuanya, semoga lancar. Saya support aja,” jelasnya.

Diakui Renata, melihat suaminya duduk di kursi pesakitan bukanlah hal yang mudah. Apalagi, ketika terbayang bulan puasa dan Hari Raya Lebaran tahun ini, tidak ditemani suami.

“Berat, tapi mau nggak mau, jalanin aja. Iya pokoknya tetep support aja sih,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan, Fachri didakwa dengan pasal berlapis. Dalam dakwaan primer, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Fachri dianggap tanpa hak menyimpan narkotika golongan I, baik dalam bentuk tanaman serta bukan tanaman.

“Dakwaan pertama Pasal 111 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan kedua pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata JPU Nasruddin di PN Jaksel.

Sementara untuk dakwaan subsider, Fachri didakwa Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 60 ayat (5) UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Dia dianggap menyalahgunakan narkotika golongan I untuk diri sendiri, serta menerima penyerahan narkotika tanpa resep dokter.

(yln/JPC)